"I would prefer to jump into the river and be entombed in the stomachs of fishes than to bow while purity is defiled by vulgar pestilence..."
Kisah ini diceritakan turun-temurun dari generasi ke generasi. Dan sejak merit, mertua selalu menceritakan kisah ini setiap menjelang festival bakcang. Dan parahnya, gw selalu lupa detailnya, hanya ingat bahwa ada seorang penyair yang lebih rela bunuh diri dengan terjun ke sungai daripada harus menyembah penguasa baru. Doooh....ingatan gw parah banget kan? Tahun ini juga waktu mertua nanyain gw ceritanya, gw cuman bisa ceritain sesingkat itu.
Nah, karena itu gw coba searching di internet. Dari berbagai sumber gw posting deh di blog ini.
Chu Yuan (Qu Yuan, 332-296 B.C.)
Qu Yuan adalah seorang pelajar dan Perdana Mentri propinsi Chu. Dia terkenal sebagai mentri yang jujur dan setia. Qu Yuan juga salah satu penyair (poet) terbesar Cina. Menurut sumber sejarah, puisi-puisi karyanya adalah puisi protes terhadap King Huai (329-299 B.C.) yang sibuk ingin melebarkan kekuasaan kerajaannya melalui cara-cara kekerasan.
Karena masalah perbedaan prinsip itulah, maka Qu Yuan yang tadinya menjabat sebagai Perdana Menteri, lantas dipecat. Qu Yuan akhirnya menyingkir ke daerah pinggiran Danau T'ung-ting di sebelah timur Hunan dan menjadi sastrawan dengan mengumpulkan legenda, ode, dan menulis puisi2 tragis untuk melawan Kaisar Li Sao.
Selama masa pengasingannya dia menjadi depresi dan kesehatannya mulai terganggu. Qu sering menatap bayangannya yang kurus kering dari dalam sebuah sumur. Sumur ini akhirnya dinamakan sebagai "Face Reflection Well".
Akhirnya, setelah 7 tahun setelah dipecat menjadi Perdana Menteri, Chu Yuan yang meratapi nasibnya sendiri memutuskan untuk membunuh dirinya sendiri secara tragis dengan cara menceburkan diri ke dalam sungai Milo di Provinsi Hunan dengan membawa sebongkah batu besar, sebagai protes atas korupsi yang merajarela.
Penduduk yang mengetahui kejadian bunuh diri itu mencoba menyelamatkan Qu, namun tidak berhasil. Mereka membungkus beras dengan daun bambu yang banyak tumbuh di tepi sungai, dan melemparkannya ke tengah sungai sebagai pengalih perhatian ikan2 untuk mencegah ikan2 memakan tubuh Qu. Kemudian penduduk juga mengayuh perahu2 mereka di tengah sungai untuk mencari mayat Qu. Untuk mengusir roh2 jahat mereka menabuh genderang.
Oleh karena itulah, maka setiap tahun kematiannya dirayakan pada tanggal 5 setiap bulan 5 dari penanggalan Cina dengan cara balapan kapal naga (dragon boat races) dan melemparkan zongzi ke dalam sungai. Dengan cara demikian orang percaya, butiran2 beras akan melindungi Chu Yuan dari sergapan ikan, karena perhatian ikan akan terbagi secara visual, maupun membuat ikan menjadi kenyang lebih dulu dengan memakan butiran beras tersebut. Tradisi ini diteruskan turun temurun dengan pembuatan Bakcang, kue tradisional yang terbuat dari bahan dasar ketan (atau ada juga versi beras) berbentuk limas segitiga dibungkus daun, yang diisi oleh daging dan bahan2 lainnya.
Itulah sekelumit kisah lahirnya what we so-called "Bakcang". Hari gini Bakcang masih diperingati sebagai "Bakcang Days" setiap tahunnya.
Dan untuk ketan polos yang tidak berisi daging dll disebut kicang, karena beras ketan direndam sebelumnya dengan air abu *disebut juga "ki-cui"*.
12 comments:
di china disebut duan-wu-jie (baca: tuan-wu-cie). tapi kenapa tgl 5 bulan 5 yah? gua belom googling.
@yenni 'yendoel' : ga tau juga napa di tgl dan bulan itu. Mungkin kejadiannya di tgl itu kali? *garuk2 kepala*
huahhh ngiler jadina, g paling suka bacang manis yang isi na daging, tangkwe dan kacang hihihi ^^
tapi g enggak gitu suka ketan sih! hahahah
pas banget, hari ini gua baru beli kicang hihi. ada ncik2 yang jual di kantor.. duh gua doyan kicang wuawawa :D
eh kapan si hari makan bakcang, udah mulai emang nya ya?gw ga bs liat tglan cina euy.
oh ya, di sini duan-wu-jie itu termasuk kategori 'hari raya' (jie-ri), jadi kita2 kebagian ampao.ada juga perush yang bagi parcel biasanya berupa bakcang. gua kebagian ampao 200yuan, mayan ... kantor suami kebagian bakcang. =) hehehe...!
di sini mertua gak bikin bakcang, mungkin males kali, repot soale. aku juga belom pernah bikin bakcang, lain kali pulang jambi mau minta nyokap ajarin ah. bakcangnya nyokap buat gua adalah yang paling mantaffff....!
@Pitshu : Sama dong, gw juga paling suka bakcang...tapi kata mertua habis makan bakcang bagusnya makan kicang, katanya biar perut...hmmm....apan yah...gini kalo makan ketan kebanyakan kan perut rasanya ga enak, nah makan kicang ini utk menetralisirnya.
@Pucca : Kicang + srikaya ...nyamm.....apalagi srikaya bikinan sendiri...enak
@Angel : Kamis besok Ngel hari H makan bakcangnya. Tapi berhubung mertua dah bikin semalam, langsung hajar bleh :D
@yenni 'yendoel' : wah asyiknya dapat angpao, dapat bakcang juga lumayan lah. Mertua beli jadi yah bakcangnya? Repot emang kalo bikin sendiri...panjang dan lama prosesnya.
Ye g baru trima kiriman bakcang
dari tetangga , gede2 oyyy 20 biji , separuh2 beras n ketan . bsk makan ah !! asikkk !
Yg tanpa daging n mkn pake gula g nyebutnya Kue Cang . hi222
g kagak doyan . he22
@Veny : bae banget tetangga lu, 20 biji pula, gede2 pula....hahahaha.... yang pake beras biasa aja emangnya enak Ven? Dulu pernha buat tapi kurang doyan. Kaya makan lontong aja rasanya.
Dulu gw juga kurang suka kicang, tapi akhir2 ini jadi suka. Kalo dimakan pake srikaya rasanya enak lho Ven.
sama kaya Veny, gw juga nyebutnya kue cang, yg makannya pake air gula kan? kirimin bacang donk Yen dan Ven ke smg hahahaha
@Im3th : Wah, kalo dikirim ke Semarang keburu rusak deh Meth ;). Soalnya 2 tahun lalu pernah kirimin buat ipar di tangerang. Janjinya sih pengiriman 1 hari 1 malam, khusus nganter makanan juga. Ternyata 3 hari baru nyampe dan kicangnya keburu rusak. Padahal sebelumnya udah difreezer lho.
Di Medan pada nyebut kicang, soalnya dibuat dari air abu yang disebut ki-cui. Kalo bakcang kan dipanggil begitu karena mengandung daging alias bak, hehehe...gitu lho ceritanya. Makan kicang enaknya pake srikaya. Cobain deh.
Post a Comment