Showing posts with label Article. Show all posts
Showing posts with label Article. Show all posts

Thursday, May 28, 2009

Anak Laki-Laki atau Perempuan?

Yang menentukan jenis kelamin seorang anak adalah sperma mana yang berhasil lebih dahulu membuahi sel telur. Karena, sel telur hanya terdiri dari kromosom X, maka bila sperma X yang membuahi sel telur, maka janin yang dihasilkan menjadi XX yang berarti berjenis kelamin perempuan, sedangkan bila sperma Y maka akan menjadi XY yang berarti anak laki-laki.

Sperma X dan Y memiliki sifat yang berbeda. Berikut perbedaaannya:
1. Sperma X :
-Bergerak lebih lambat
-Jangka waktu hidup lebih lama
-Lebih tahan dalam lingkungan asam

2. Sperma Y :
- Mampu bergerak lebih cepat
- Jangka waktu hidup lebih pendek
- Tidak tahan dalam lingkungan asam

Berarti, bila lingkungan asam, kemungkinan sperma Y akan mati sehingga tidak mungkin membuahi sel telur, sedangkan bila keadaan basa atau netral, X dan Y dapat hidup, tetapi peluang Y membuahi sel telur lebih besar karena Y mampu bergerak lebih cepat.

Lingkungan asam atau basa dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
• Makanan:
Jenis makanan berprotein tinggi seperti daging dapat menyebabkan lingkungan vagina menjadi asam. Yang termasuk makanan ini seperti: produk susu, jeruk, apel, kacang-kacangan, kerang, dsb.
Jenis makanan seperti pisang, ceri, anggur, toge dapat membuat lingkungan tidak terlalu asam sehingga sperma Y lebih mungkin untuk hidup.

• Waktu saat melakukan persetubuhan:
Bila saat melakukan senggama, istri terangsang lebih dulu, maka lingkungan vagina menjadi basa, sehingga peluang Y lebih besar. Sebaliknya bila istri tidak terangsang, maka peluang X lebih besar daripada Y. Hal ini berlaku bila hubungan dilakukan pada masa subur.
Sedangkan, saat masa tidak subur, bila persetubuhan dilakukan lebih dari 24 jam, hanya sperma X yang masih hidup karena Y hanya mampu hidup selama 24 jam. Sehingga, janin anak perempuan yang dihasilkan.

Namun sebaiknya diingat bahwa berjenis kelamin apapun anak merupakan karunia Tuhan yang harus kita rawat dan sayangi.

Tuesday, January 29, 2008

Right or Left Brain Test

Try this to identify yourself as a right or left brain person.

1. Hold your hands together, as if you were praying. Look at your hands. If you see
Left thumb is below the right thumb —> left brain
Right thumb is below the left thumb —> right brain 2. Fold your arms in front of you (as if you are angry)
Right arm above left arm —> left brain
Left arm above right arm —> right brain

Based on 1+2 (order important), below is the interpretation of your personality:

Right-Left
========
Considerate, traditional, indirect type can instantly read other’s emotion, and respond friendly by natures.
Although not very into taking initiatives in moving forward, but this person will always take a step back in supporting others. Stable personality and considerate, give others a being protected feeling. But the weakness is they cannot say no; regardless how unwilling they are, they will take care of others.

Right-Right
=========
Loves challenges type.
Straight foward. Once they decided on one thing, will take action right away.
Very curious, and love challenges. Dare to face dangers without thinking through(sometimes foolishly).
Their weakness is they don’t listen to others, will filter in only what whey want to hear in a conversation, and very subjective.
However, because of their straightforward attitude, they tend to be fairly popular.

Left-Left
=======
Dedicated, cold, perfectionist.
Very logical in all aspects. The only way to defeat (or win over) him/her is through reasons. Has a lot of prides, and feeling strongly about doing the right thing. If they are your friends, they are very trustworthy.
However, if they are your opponents, they will be very tough to deal with. Because they can be very “anal” as a perfectionist, they usually leave a bad impression of being hard to deal with when first met.

Left-Right
========
Likes to take care of others, leader type.
Has a cool and keen observation ability to see through situations, yet still can be considerate in others needs. Because of their cool and calm nature, and strong sense of responsibility, they tend to become head of a group. Popular among people.
However, they may not be able to help themselves in meddling because they want to take care of others too much. Very concerned about how others view them, and always on alert.


---------------------------------

Hasil test gw adalah :

Right - Rigt

- Love Challenges Type
Hm...bisa dibilang ada benarnya deh. Tapi kadang juga ga deh, tergantung challenge-nya juga sih. Tapi emang lebih seringnya gw pantang ditantang, pasti gw jawab tuh tantangannya *kog kaya preman aja yah :)*. Kalo lagi males sih, ditantang juga ga bakalan gw gubris kog.

- Straight foward. Once they decided on one thing, will take action right away.
Ga bener deh. Gw sebenarnya pemikir banget, suka mikir panjang sebelum mutusin sesuatu. Dan kalo udah diputusin, bisa aja tiba2 ga dijalanin karena ketemu hambatan *pesimis banget, harusnya nganggap hambatan sebagai tantangan dong yah, hehehe*.

- Very curious, and love challenges. Dare to face dangers without thinking through(sometimes foolishly).
Ini balik lagi kaya yang pertama tadi. Gw ini angin2an. Kadang kalo lagi ngamuk yah bisa ga mikir panjang lagi terima tantangan, tapi kalo lagi anteng aja bakalan cuek bebek.

- Their weakness is they don’t listen to others, will filter in only what whey want to hear in a conversation, and very subjective.
Bener banget, hehehe....gw kalo udah punya pendapat, susah mendengar pendapat orang lain. Bagaimana pun selalu aja celah2 dari pendapat yang tidak sesuai dengan gw itu, yang bakal gw jadikan kelemahannya. Biarpun gw keliatannya kaya lagi dengarin, tapi deep inside gw ga peduli, hehehe...pokoknya tetap pendapat gw is the best *egois :) *

- However, because of their straightforward attitude, they tend to be fairly popular.
Benarkah? Musti bagiin questioner dulu nih buat diisi ama orang2, hehehe....

Monday, July 16, 2007

Oleh: Dr. Farian Sakinah
(dari blog Leli)

Kenali yuk apa itu puyer. Seringkali kalau anak kecil sakit selalu diresepkan obat puyer dengan alasan agar obat bisa lebih mudah diminum. Tapi pernah terpikir tidak apa sih manfaat puyer tersebut. Di luar negeri hampir tidak ditemukan puyer, bahkan di puskesmas India sana juga tidak ada puyer, dokter ahli dari Rumah Sakit khusus anak di Australia pun, tercengang dengan yang namanya puyer.
Sebetulnya apa puyer bermanfaat? Berikut alasan mengapa puyer harus dihindari

1. polifarmasi (poli=banyak farmasi=obat, penggunaan banyak obat) harus dihindari mengingat reaksi kimia antar obat yang terjadi bisa saling mempengaruhi antar obat tersebut, selain itu reaksi tersebut bisa menghambat kerja obat lain, atau meningkatkan kerja obat lain, atau justru interaksi kedua obat tersebut meningkatkan efek samping sehingga meningkatkan bahaya akan obat tersebut, misalkan deksametason
dengan parasetamol akan meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna

2. puyer dengan isi yang sering kali tidak diketahui dengan pasti membuat sulit untuk mentrace atau menelusuri reaksi obat yang timbul

3. puyer dibagikan dengan menggunakan mata, bukan dengan alat ukur sehingga komposisi obat yang terkandung didalamnya tidak sama

4. puyer yang seringkali diberikan umumnya mengandung sejumlah obat yang tidak diperlukan.

misalkan:

puyer batuk pilek yang berisi (umumnya)

luminal-------penyebab hiperaktif, mengantuk, kesadaran menurun

codein-------- menekan batuk, turunan narkotik,membuat teler

dekstrometrofan-------menekan batuk, turunan narkotik, bikin teler

CTM--------anti alergi, membuat ingus dahak jadi kental sulit keluar, mengantuk

deksametason----- anti radang, membuat perdarahan saluran cerna, menekan sistem pertahanan

efedrin-------dekongestan (mengurangi produksi ingus), bikin jantung berdebar-debar dan lemas

antibiotik----- untuk bakteri, pada batuk pilek tidak dibutuhkan

batuk pilek itu tidak butuh obat apapun, karena batuk pilek adalah gejala dan bukan penyakit, batuk pilek itu sendiri adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan virus penyebab batuk pilek tersebut, pemberian puyer tersebut justru menghambat pengeluaran virus, sehingga virus sulit keluar bila masuk kedalam paru-paru bisa menimbulkan radang paru-paru atau pneumonia, atau bisa juga menyebabkan batuk pilek lebih lama lagi sembuhnya. Perlu diingat bila diberikan puyer batuk pilek anak berhenti batuk pileknya... bukan berarti sembuh karena obat tersebut tapi karena batuk pileknya ditekan sehingga jadi tidak batuk, atau karena memang sudah waktunya
sembuh

5. puyer yang terdiri dari obat-obat tidak berguna tersebut hanya menambah biaya yang tidak diperlukan, belum lagi efek samping yang bisa muncul dikemudian hari

untuk itu bila diresepkan puyer:

1. tanyakan diagnosa pasti dan penyebab bila infeksi virus tidak perlu diberi obat kecuali penurun panas

2. bila ternyata butuh obat misalkan antibiotik dan penurun panas, mintalah resep obat terpisah bukan dalam bentuk puyer, bila terpaksa harus dalam sediaan puyer, mintalah puyer terpisah untuk setiap satu jenis obat

3. selalu tanyakan obat yang diberikan termasuk kandungan obat, nama generik, efek samping/reaksi obat, cara penggunaan dan penyimpanan

4. jangan lupa untuk minta dibuatkan kopi resep

Bertindaklah bijaksana... jangan meminta obat dalam bentuk puyer atau jangan meminta obat apapun sekiranya memang tidak dibutuhkan obat!

Thursday, June 28, 2007

Anak panas? Mandikan air panas!

Dapat info ini dari blognya Vera www.verahalim.blogspot.com

Memang benar sekali prinsip kompres yang disebutkan di artikel di bawah ini.
Bila anak dalam keadaan panas, maka diperlukan pengeluaran panas dari tubuh agar suhu tubuh menjadi dingin. Untuk meningkatkan pengeluaran panas dari tubuh, salah satu mekanisme yang dipakai adalah dengan cara melebarkan pembuluh darah di kulit sehingga kadangkala kita melihat mereka yang panas sedikit lebih “merah”.

Nah… apabila pembuluh darah yang sudah melebar ini diberikan kompres dingin/alcohol, maka pembuluh darah tersebut akan mengecil kembali sehingga pengeluaran panas akan menurun kembali yang pada akhirnya akan meningkatkan suhu badan. Jadi memang disarankan menggunakan air hangat supaya pembuluh darah tersebut tetap melebar…

Mengenai tempat kompres, diharapkan memang jangan di dahi saja namun kita perbanyak ditempat yang kulitnya tipis seperti leher,ketiak, lipat paha sehingga pembuluh darahnya melebar juga akan makin banyak dan pengeluaran panas lebih efektif.

ANAK PANAS ? MANDIKAN AIR HANGAT !
Ternyata kompres dengan es sudah ketinggalan zaman dan tak efektif. Yang paling pas, gunakan air hangat dan mandikan anak. Selama ini kompres air dingin atau es, lazim diterapkan para ibu saat anaknya demam atau panas tinggi. "Kalau suhunya 37,5 sampai 39 derajat Celcius, cukup pakai obat-obat penurun panas. Tapi kalau sampai 39-40 derajat Celcius, kompres perlu dilakukan untuk membantu menurunkan panas," kata dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A, dari FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta.
"Penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hinggainfeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakankompres."

JUSTRU TAMBAH PANAS
Zaman dulu, kata Waldi, untuk mengompres umumnya digunakan air dingin atau es. Ternyata cara itu kini sudah ditinggalkan. "Sebab, kalau tubuh dikompres es atau air dingin, suhunya tak turun, malah makin tinggi. Ini terjadikarena mekanisme tubuh yang sedemikian rupa, di mana jika kondisi di luardingin, maka tubuh akan menginterpretasi- kan kalau dirinya kurang panas. Akibatnya, tubuh pun akan tambah panas". Selain itu, efek dingin bisa membuat pembuluh darah di permukaan kulit jadi mengecil. Alhasil, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar, terhalang karena jalannya terhambat. "Kompres dingin juga bisamembuat pusat pengaturan panas dalam tubuh jadi kacau. Saraf-saraf yangdigunakan untuk melihat atau memantau suasana di luar tubuh menangkap kesan, di luar tubuh dingin, sehingga tubuh pun akan bertambah panas."

Kendati kompres dingin sudah tidak lagi dianjurkan karena berdampak negatif, tapi tak sepenuhnya ditinggalkan. "Untuk sejumlah kasus semisal luka memar dan bakar, kompres air dingin masih kerap digunakan. Bahkan air dingin disiram-kan ke tubuh korban luka bakar," jelas Waldi.

BAHAYA PAKAI ALKOHOL
Selain kompres air dingin atau es, kompres alkohol juga amat diakrabi. Biasanya, lanjut Waldi, dilakukan pada pasien di rumah-rumah sakit. Prinsip kerjanya adalah karena sifat alkohol yang mudah menguap. "Untuk menguap memerlukan panas dan panas tadi berasal atau diambil dari tubuh pasien. Nah, diharapkan dengan kompres alkohol, panas tubuh akan berangsur turun." Namun, seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, kompres alkohol sudah mulai ditinggalkan karena dapat membahayakan kesehatan. "Jika alkohol dibalurkanke tubuh, uapnya dapat terhirup si sakit. Ini bisa mengganggu susunan sarafpusat." Selain itu, alkohol pun mudah terbakar, sehingga berbahaya.

AIR HANGAT
Nah, saat ini yang lazim digunakan adalah kompres dengan air hangat atausuam-suam kuku. "Ini cara terbaik untuk menurunkan panas." Sebab, jelas Waldi, kalau suhu di luar tubuh terasa hangat, maka tubuh akan menginterpretasikan bahwa suhu di luar cukup panas. "Dengan demikian, tubuh anak akan menurunkan kontrol pengatur suhu di otaknya, supaya suhu tubuhnya jangan terlalu panas." Jadi, kebalikan dari kompres air dingin, tubuh yang panas akan semakin panas, karena tubuh menganggap di luar suhunya dingin. Walau demikian, cara termudah untuk menurunkan suhu tubuh anak adalah dengan memberinya obat penurun panas. Di rumah sakit pun, pasien yang datang dengankeluhan panas tinggi, tindakan pertama yang dilakukan adalahmemberinya obatpenurun panas. "Kalau sudah dikasih obat tapi panas tetap tinggi, barudikompres. Jadi, kompres bukan untuk keadaan darurat. Ia dipakai untukmembantu menurunkan panas, selain pemberian obat penurun panas." Dengan kata lain, kalau ternyata obat penurun panas yang diberikan dirasakan telah cukup, anak pun tak perlu lagi dikompres.

TETAP HARUS MANDI
Cara mengompres dengan air hangat yang paling efektif, kata Waldi, adalah memandikannya dengan air hangat. "Minimal, itulah yang disebutkan diliteratur asing," katanya. Anak yang sakit harus dimandikan, dicelup, atau dibilas dengan air hangat. "Bukan sekadar melap tubuh atau kepala anak dengan handuk hangat. Kalau perlu, anak yang sakit dimasukkan kedalam bak mandi beri air hangat. Cara ini terbukti sangat membantu untukmenurunkan panas badan anak."

Tak perlu khawatir penyakit anak bakal bertambah parah jika dimandikan dengan air hangat. "Biarkan si kecil main air hangat. Apalagi pada dasarnya anak kecil suka air." Selama ini ada pemahaman yang salah dari para orangtua, bahwa anak sakit tidak boleh kena air atau mandi. Pemahaman tersebut,menurut Waldi, harus disingkirkan. "Itu semua masa lalu. Justru orang tua harus sadar, anak sakit pun, badannya harus senantiasa bersih. Di rumah sakit pun, anak harus mandi. Nah, apalagi di rumah?" Ia juga mengingatkan kulit anak sakit penuh oleh kuman hingga harus tetap mandi agar bersih. Lalu bagaimana kalau anak tak mau mandi dengan alasan lagi sakit? "Ya,pandai-pandainya orang tua membujuk. Memang, anak cenderung malas kena air dingin. Tapi air hangat, anak pasti suka. Kalaupun anak tak mau mandi dikamar mandi, kan bisa dimandikan di tempat tidur."

TEMPAT TEPAT
Kembali ke soal kompres, pada prinsipnya mengompres adalah memberi kemungkinan agar panas yang ada dalam tubuh dapat mengalir keluar. Panas keluar melalui tempat-tempat di mana pembuluh darah besar yang dekat dengan kulit berada, seperti di leher, ketiak, dan selangkangan. "Jangan di dahi karena tak banyak manfaatnya untuk menurunkan panas." Kalau hanya dahi yang dikompres, tutur Waldi, "Yang dingin, ya, cuma dahinya, sementara tubuhnya tetap panas." Cara yang benar adalah meletakkan kompres di tempat yang tepat, yaitu di leher, ketiak, dan selangkangan.