Friday, June 29, 2007

Duduk di Mobil (Masih Masalah E)

Duh, akhir2 ini gw jadi sensi banget deh ama E. Kayanya tiap hal yang dilakukannya pasti deh gw pandang negatif. Padahal suer deh, gw udah berusaha ga perhatiin, udah berusaha ga negatif thinking, tapi ga tahu napa selalu aja hasilnya yang negatif2. Sebenarnya sih udah dari dulu juga sih banyak hal yang dilakukannya yang bikin gw berpikiran negatif, tapi akhirnya bisa gw abaikan. Ga bagus nih buat kesehatan batin gw....bisa2 gw jadi orang yang pendendam dan akhirnya dibenci orang2 *suh, jangan sampe deh*.

Kaya pagi ini contohnya, kan kita dijemput mobil kantor ber-4 ce, jadinya duduknya yah musti agak dirapat2kan deh, soalnya semua ce duduk di bagian tengah *mobil Kijang*. Nah, si E tuh duduknya kan di pinggir, pas pintu kanan. Dia ga mo duduk lebih pinggir, dan hasilnya si L yang di pintu kiri musti mepet banget deh, sedangkan sisi E sana masih lapang. Gw saking gondoknya sengaja juga deh duduk mepet2 di E, biar dia merasakan sempit dan bisa geser dikit. Dan karena keras kepala *kaya gw nih* si E juga bertahan deh dipepet ama gw, sampe akhirnya udah mo nyampe pabrik baru deh dia geser dikit ke pinggir, jadi posisi duduk gw juga lebih lega. Kebayang ga sih egoisnya dia? Masa orang lain dibiarin duduk sempit2 sedangkan dia lega sendiri di samping pintu kanan?

Semalamnya juga, pas pulang, mo gabung ama orang KIM. Dia juga duduknya lega sendiri. Dari KIM kita semua dibagi menjadi 3 jurusan, dan E musti pindab ke mobil lain. Trus waktu gw bandingkan ama temen lain (LY) yang semobil ama gw dan duduk di bekas tempat E tadi, gw malah lebih lega duduk ama LY. Padahal LY sekarang udah gemuk banget habis lahiran loh, masa sih masih lega duduk ama orang yang gemuk dibandingkan duduk ama E? Artinya hanya ada 2 : 1) E terlalu gemuk, bahkan lebih gemuk dari orang yang habil melahirkan *which is impossible gitu loh, secara fisik dia kan kecil banget*, atau 2) E egois dan sengaja duduk ngelebarin diri *kaya apa sih bisa ngelebarin diri, hihihi*. Nah, bisa nebak sendiri dong mana yang benar?

Sampai kapan sih gw harus ketemu orang yang menjengkelkan seperti ini? Sampai kapan gw bisa bertahan sampe akhirnya gw meledak dan maki2 dia? Duh....ga tahu deh....ga gw banget, tapi ini mungkin aja terjadi jika kelakuan dia makin keterlaluan.

Thursday, June 28, 2007

Anak panas? Mandikan air panas!

Dapat info ini dari blognya Vera www.verahalim.blogspot.com

Memang benar sekali prinsip kompres yang disebutkan di artikel di bawah ini.
Bila anak dalam keadaan panas, maka diperlukan pengeluaran panas dari tubuh agar suhu tubuh menjadi dingin. Untuk meningkatkan pengeluaran panas dari tubuh, salah satu mekanisme yang dipakai adalah dengan cara melebarkan pembuluh darah di kulit sehingga kadangkala kita melihat mereka yang panas sedikit lebih “merah”.

Nah… apabila pembuluh darah yang sudah melebar ini diberikan kompres dingin/alcohol, maka pembuluh darah tersebut akan mengecil kembali sehingga pengeluaran panas akan menurun kembali yang pada akhirnya akan meningkatkan suhu badan. Jadi memang disarankan menggunakan air hangat supaya pembuluh darah tersebut tetap melebar…

Mengenai tempat kompres, diharapkan memang jangan di dahi saja namun kita perbanyak ditempat yang kulitnya tipis seperti leher,ketiak, lipat paha sehingga pembuluh darahnya melebar juga akan makin banyak dan pengeluaran panas lebih efektif.

ANAK PANAS ? MANDIKAN AIR HANGAT !
Ternyata kompres dengan es sudah ketinggalan zaman dan tak efektif. Yang paling pas, gunakan air hangat dan mandikan anak. Selama ini kompres air dingin atau es, lazim diterapkan para ibu saat anaknya demam atau panas tinggi. "Kalau suhunya 37,5 sampai 39 derajat Celcius, cukup pakai obat-obat penurun panas. Tapi kalau sampai 39-40 derajat Celcius, kompres perlu dilakukan untuk membantu menurunkan panas," kata dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A, dari FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta.
"Penyakit apa pun, dari yang ringan seperti flu atau infeksi ringan, hinggainfeksi berat di susunan saraf pusat atau di otak, dapat menggunakankompres."

JUSTRU TAMBAH PANAS
Zaman dulu, kata Waldi, untuk mengompres umumnya digunakan air dingin atau es. Ternyata cara itu kini sudah ditinggalkan. "Sebab, kalau tubuh dikompres es atau air dingin, suhunya tak turun, malah makin tinggi. Ini terjadikarena mekanisme tubuh yang sedemikian rupa, di mana jika kondisi di luardingin, maka tubuh akan menginterpretasi- kan kalau dirinya kurang panas. Akibatnya, tubuh pun akan tambah panas". Selain itu, efek dingin bisa membuat pembuluh darah di permukaan kulit jadi mengecil. Alhasil, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar, terhalang karena jalannya terhambat. "Kompres dingin juga bisamembuat pusat pengaturan panas dalam tubuh jadi kacau. Saraf-saraf yangdigunakan untuk melihat atau memantau suasana di luar tubuh menangkap kesan, di luar tubuh dingin, sehingga tubuh pun akan bertambah panas."

Kendati kompres dingin sudah tidak lagi dianjurkan karena berdampak negatif, tapi tak sepenuhnya ditinggalkan. "Untuk sejumlah kasus semisal luka memar dan bakar, kompres air dingin masih kerap digunakan. Bahkan air dingin disiram-kan ke tubuh korban luka bakar," jelas Waldi.

BAHAYA PAKAI ALKOHOL
Selain kompres air dingin atau es, kompres alkohol juga amat diakrabi. Biasanya, lanjut Waldi, dilakukan pada pasien di rumah-rumah sakit. Prinsip kerjanya adalah karena sifat alkohol yang mudah menguap. "Untuk menguap memerlukan panas dan panas tadi berasal atau diambil dari tubuh pasien. Nah, diharapkan dengan kompres alkohol, panas tubuh akan berangsur turun." Namun, seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, kompres alkohol sudah mulai ditinggalkan karena dapat membahayakan kesehatan. "Jika alkohol dibalurkanke tubuh, uapnya dapat terhirup si sakit. Ini bisa mengganggu susunan sarafpusat." Selain itu, alkohol pun mudah terbakar, sehingga berbahaya.

AIR HANGAT
Nah, saat ini yang lazim digunakan adalah kompres dengan air hangat atausuam-suam kuku. "Ini cara terbaik untuk menurunkan panas." Sebab, jelas Waldi, kalau suhu di luar tubuh terasa hangat, maka tubuh akan menginterpretasikan bahwa suhu di luar cukup panas. "Dengan demikian, tubuh anak akan menurunkan kontrol pengatur suhu di otaknya, supaya suhu tubuhnya jangan terlalu panas." Jadi, kebalikan dari kompres air dingin, tubuh yang panas akan semakin panas, karena tubuh menganggap di luar suhunya dingin. Walau demikian, cara termudah untuk menurunkan suhu tubuh anak adalah dengan memberinya obat penurun panas. Di rumah sakit pun, pasien yang datang dengankeluhan panas tinggi, tindakan pertama yang dilakukan adalahmemberinya obatpenurun panas. "Kalau sudah dikasih obat tapi panas tetap tinggi, barudikompres. Jadi, kompres bukan untuk keadaan darurat. Ia dipakai untukmembantu menurunkan panas, selain pemberian obat penurun panas." Dengan kata lain, kalau ternyata obat penurun panas yang diberikan dirasakan telah cukup, anak pun tak perlu lagi dikompres.

TETAP HARUS MANDI
Cara mengompres dengan air hangat yang paling efektif, kata Waldi, adalah memandikannya dengan air hangat. "Minimal, itulah yang disebutkan diliteratur asing," katanya. Anak yang sakit harus dimandikan, dicelup, atau dibilas dengan air hangat. "Bukan sekadar melap tubuh atau kepala anak dengan handuk hangat. Kalau perlu, anak yang sakit dimasukkan kedalam bak mandi beri air hangat. Cara ini terbukti sangat membantu untukmenurunkan panas badan anak."

Tak perlu khawatir penyakit anak bakal bertambah parah jika dimandikan dengan air hangat. "Biarkan si kecil main air hangat. Apalagi pada dasarnya anak kecil suka air." Selama ini ada pemahaman yang salah dari para orangtua, bahwa anak sakit tidak boleh kena air atau mandi. Pemahaman tersebut,menurut Waldi, harus disingkirkan. "Itu semua masa lalu. Justru orang tua harus sadar, anak sakit pun, badannya harus senantiasa bersih. Di rumah sakit pun, anak harus mandi. Nah, apalagi di rumah?" Ia juga mengingatkan kulit anak sakit penuh oleh kuman hingga harus tetap mandi agar bersih. Lalu bagaimana kalau anak tak mau mandi dengan alasan lagi sakit? "Ya,pandai-pandainya orang tua membujuk. Memang, anak cenderung malas kena air dingin. Tapi air hangat, anak pasti suka. Kalaupun anak tak mau mandi dikamar mandi, kan bisa dimandikan di tempat tidur."

TEMPAT TEPAT
Kembali ke soal kompres, pada prinsipnya mengompres adalah memberi kemungkinan agar panas yang ada dalam tubuh dapat mengalir keluar. Panas keluar melalui tempat-tempat di mana pembuluh darah besar yang dekat dengan kulit berada, seperti di leher, ketiak, dan selangkangan. "Jangan di dahi karena tak banyak manfaatnya untuk menurunkan panas." Kalau hanya dahi yang dikompres, tutur Waldi, "Yang dingin, ya, cuma dahinya, sementara tubuhnya tetap panas." Cara yang benar adalah meletakkan kompres di tempat yang tepat, yaitu di leher, ketiak, dan selangkangan.

Gaji

Kemarin anby dapat kabar dari sumber yang dapat dipercaya *plus dapat bukti2* bahwa supervisor di CMI *masih grup SM*...gajinya sama besarnya dengan gaji anby. Padahal secara level jelas anby lebih tinggi, dan secara tugas serta tanggung jawab anby lebih berat. Jadinya anby down deh.....bayangkan kalo orang yang jelas2 level kerjanya lebih rendah dari lu dan kerjaannya jauh lebih ringan dapat gaji sebesar lu, kesel kan.

Anby juga jadi bingung musti gimana nyampaiin protes. Kayanya pengen cari kerjaan lain, jadi bisa jual mahal nih ceritanya ke atasannya dia.

Telpon

Ini cerita tentang kejadian kemarin lagi, masih tentang si E yang nyebelin. Gw kan udah bertekad ga mo bantuin dia ngangkat telepon kalo dia ga lagi sibuk. Nah, kemarin pas telpon bunyi, dia lagi ga dimejanya, tapi juga ga lagi kerja. Kayanya sih dia lagi megang2 kertas, trus jalan pelan2 deh ke mejanya *padahal kan harusnya jalan cepat kek buat usahain cepat ngangkat telpon*. Ya udah, gw juga males perhatiin dia, bagusan ngurus urusan gw sendiri. Akhirnya setelah bunyi ke-4, baru dia ngangkat telponnya.

Ternyata yang nelpon salah satu marketing kami. Kayanya langsung ditanyain napa lama banget ngangkat telponnya, soalnya dia menjawab dengan keras, "BIASALAH, GA ADA YANG MO NGANGKAT TELPON, KAYA GA TAHU AJA LU". Bertingkah banget deh. Udah ga sadar kesalahan, malah masih ngomong kuat2. Padahal dia aja ga ngapa2in, melenggak-lenggok aja kog jalan pelan2. BENCIIIIII......

Padahal dulu selalu aja gw yang ngangkat telpon. Kalo gw online baru deh dia terpaksa ngangkat juga. Buset ga tuh? Kerjaan utamanya dia tapi akhirnya gw yang handle, sekarang malah dengan sombongnya ngomong keras2 begitu. Kayanya dirumahnya ga ada cermin deh, jadinya ga pernag ngaca dia.

Wednesday, June 27, 2007

Pemakaman Ko Abeng

Hari ini adalah hari pemakaman Ko ABeng (alm). Menurut jadwal, pemakamannya bakal dilakukan jam 10.00 WIB, di Simpang Tiga, Perbaungan. Kemungkinan saat ini upacara keberangkatan udah dimulai di Angsapura sana.

Mertua dan kami ga bisa ikut mengantarkan Ko Abeng buat yang terakhir kalinya. Gw & anby harus kerja, sedangkan mertua kebetulan umurnya chiong *ada tertulis di papan di angsapura bahwa hari ini chiong ama shio monyet yang 64 tahun dan shio anjing*.

Kemarin waktu nyampe rumah, anby masih merasa sedih kehilangan teman satu2nya di gang. Dia sampe pengen ke rumah Michel & Ricky buat menghibur mereka...tapi akhirnya batal karena kuatir mereka makin sedih. Di saat seperti ini sebaiknya mereka dibiarkan sendiri dulu *anby sampe lamaaa banget berdiri di depan pintu depan, mikir mo kesana atau tidak....sampe akhirnya mutusin sebaiknya ga kesana dulu*.

Selamat tinggal Ko Abeng, semoga baik2 saja di alam sana. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dalam meneruskan hidup.

Monday, June 25, 2007

Kabar Duka dari Tetangga

Kira2 jam 12.30 tadi dapat telpon dari anby, ngabarin kalo papanya Michel (tetangga depan rumah) meninggal. Dugh...gw kaget deh, soalnya Sabtu masih ketemu dia ngobrol ama tetangga2 pas malam2 kami pulang sekitar jam 7-8, masih sehat. Tadi dapat kabar udah ga ada. Katanya sih meninggalnya kemarin malam, di rumah sakit. Kabar lainnya blon jelas.

Anby pesan supaya kalo bisa cepetan pulang. Yah, moga aja teman2 semobil semuanya pada cepet kelar kerjaannya hari ini, jadi mobil bisa berangkat pulang lebih cepat. Mungkin ntar malam mo ngelayat, soalnya anby dengan keluarga mereka juga udah lumayan dekat, bertetangga sejak kecil. Dan dulu juga Ko Abeng (alm) yang ngajarin anby nyetir (hutang budi nih ceritanya).

Kasian anak2nya masih kecil2. Yang paling gede masih SMU (16 tahun). Moga mereka bisa tabah.

-----------------

Semalam jam 20.45 kami berangkat ke angsapura, tempat Ko Abeng disemayamkan. Melihat istrinya yang terduduk lemas dengan mata sembab, membuat kita semua jadi miris. Kejadiannya mendadak sekali, tidak ada tanda2, tidak ada pamitan *kata anby*...langsung pergi begitu saja.

Sebenarnya malam minggu kemarin, waktu ngumpul2 ama tetangga, katanya sih Ko Abeng udah merasa kurang sehat juga. Trus katanya mo makan obat tidur. Bahkan di hari itu juga anby sempat nawarin rokok ke dia *dari semua tetangga di gang ini cuman dengan dia anby bisa bergaul, orangnya ga sombong*.

Paginya *kata tukang jaga malam*, sewaktu akan berangkat 'hash', dia sempat ngeliat Ko Abeng ngeliatin rumahnya terus. Begitu mo berangkat ntar balik lagi ngeliatin rumahnya...begitu terus berulang2 sebelum akhirnya berangkat. Saat hash, beberapa orang berpencar, dan hanya tinggal Ko Abeng bertiga dengan temannya. Tiba2 Ko Abeng ambruk, dan dibawa ke RS Brastagi, tapi ga ada dokter. Trus dibawa ke RS Kabanjahe, tapi ga tertolong lagi.

Minggu siang kabar ini sampai ke rumahnya...kata tetangga anak dan istrinya langsung nangis keras, bahkan salah satu anaknya sempat nangis di depan pintu rumah kami. Gw sama sekali ga dengar, anby juga. Mungkin saat itu gw lagi mandi dan anby lagi asik dengan gamenya.

Semalam jadi nostalgia kenangan duka dimasa lalu anby, saat papanya juga tiba2 meninggal tanpa pamit. Makanya duka keluarga Ko Abeng bisa terasa banget, soalnya hampir sama dengan yang pernah keluarga anby alamin. Anby jadi bertanya2, kenapa orang2 baik pendek umur *Ko Abeng tutup usia 44 tahun*? Kenapa orang2 jahat panjang umur?

Sabtu Damai

Hari Sabtu gw lewatin dengan damai, hehehe…..Ternyata sikap bermusuhan itu bener2 menyiksa yah? Selama ini gw bisa dikatakan ga pernah bermusuhan ama siapapun. Kalaupun ada itu hanya waktu di Professional Photo Studio, dan kejadiannya hanya ga sampai 1 jam dan setelah itu gw langsung cabut (resign). Jadi ga musti ketemu setiap hari dan ngeliat muka orang yang dibenci. Kalo kali ini gw harus bertahan bertemu setiap hari.

Sabtu sibuk sharing ama Jimmy, teknisi listrik di sini. Pengetahuannya lumayan luas, dan pergaulannya juga begitu. Dia aktif ikut organisasi sih. Dari dia diajari, mungkin aja kebencian gw ama E disebabkan adanya kemiripan sifat kami. Katanya sih, biasanya musuh kita itu merupakan cermin diri kita sendiri. Apa yang kita tidak sukai dari dia biasanya juga demikianlah sikap kita. Jadi, supaya bisa berteman kembali kita harus merubah diri kita, bukan merubah diri musuh kita.

Ga tahu deh, dalam masa yang masih panas2nya sekarang ini, gw masih ga bisa nerima hal ini. Gw masih ga rela merubah diri gw untuk berteman dengan dia (seandainya yang dikatakan Jimmy benar). Ntahlah, mungkin suatu hari nanti *soalnya gw juga pecinta damai*, tapi ga sekarang ini, ga disaat gw masih marah begini.

Sebisa mungkin hubungan pertemanan hanya sebatas kerjaan, jangan lebih dalam lagi deh. Malas kalo bermasalah begini. Cape hati.

Friday, June 22, 2007

Lagi2 masalah

Hhh….cape gw….kayanya si E selalu jadi sumber masalah buat gw. Ga tahu napa juga sih nasib gw disini makin lama makin jelek. Dia sih gampang karena bisa memanfaatkan kesupelannya untuk bergaul dan memperbesar kubu *kaya perang aja nih pake kubu2an*.

Dan kali ini gw yang ga mo mengalah lagi, sudah cukup kesabaran gw selama ini, selalu mengalah tapi akhirnya gw yang ditindas, diperlakukan semena-mena, dan akhirnya sekarang gw ga mau lagi.

Coba di-list lagi kelakuan2 dia yang udah egois dan udah kita (gw & teman2) toleransi selama ini :
1. Keluhan dia karena selalu dia yang ngangkat telepon, dan katanya kita2 ga bantuin (padahal kalo dia lagi online juga kami yang ngangkatin telponnya). Ingat loh, dia itu CS dan banyakan telpon dari customer kan? Emang sih kadang ada telpon utk kita juga, tapi kita juga bukannya ga ngangkatin telpon kalo dia lagi sibuk. Akhirnya kita selalu angkat telepon *kan team work*. Tapi akibatnya? Dia makin manja dan makin nyebelin. Kadang telpon dari customer tertentu dia ga mo terima, dan pesan kepada kami utk bilang kalo dia lagi online atau tidak ditempat. Trus ada customer lain yang minta disambungkan ke dia, langsung dia oper ke marketing bersangkutan utk handle repeat order. Kalo keseringan angkat telpon yang bukan utk dia, dia suka banget ngebanting telpon keras2 dan merepet panjang x lebar. Kalo ga lagi sibuk aja dia malas ngangkat telpon yang bunyi. Kadang dia lagi sibuk browsing2 inet sampe ga peduliin telpon. Kan sebenarnya tugas itu tugas dia, tapi udah dibantuin dia bukannya berterima kasih malah makin ngelunjak…apa dia mengharap agar tugas itu menjadi tugas kami dan dia ga perlu terima telpon lagi? Oya, trus ada lagi nih, kalo gw yang kebetulan terima telpon dari customer yang menanyakan apakah faxnya sudah diterima, gw biasanya langsung nanya dia (kan dia yang paling dekat ama fax, dan tentunya dia bisa kan ngeliatin? Statusnya lagi browsing2 gitu kog). Dia malas banget ngeliat fax itu dan bilang ‘ga tahu..tuh kayanya ada fax masuk’. Awalnya sih gw yang terpaksa ngeliat ke mesin fax apakah benar itu fax yang dimaksud. Terakhir gw juga malas deh ngurusin ini, langsung bilang ‘udah’ aja ke customer kalo si E bilang ‘kayanya itu ada fax masuk’. Sebisa mungkin deh kerjaan apa yang bisa kita kerjain bakal kita kerjain, demi yang namanya ‘TEAM WORK”.

2. Surat2 dari departemen Marketing untuk customer. Selalu Marketing minta ke gw utk ngetikin surat mereka. Awal2 sih gw oke aja, kalo dia lagi sibuk. Nah, sekarang ini tugas dia udah banyak berkurang, jadinya beban kerja yang seharusnya di CS udah dipindah ke tangan marketing, mulai dari ngetik data customer, buat Klise Sementara. Berarti tugas dia udah banyak berkurang kan? Dan yang ngusulin pengurangan itu gw, dengan pertimbangan marketing ada 2 orang & marketing lebih tahu detail produk yang diminta customer, sedangkan CS cuman 1 orang aja. Nah, sudah tugasnya lebih ringan, setiap ada ketikan surat selalu gw yang harus ngerjain. Terakhir ini yah masalah yang gw posting beberapa hari lalu, dengan enaknya menjawab ‘ga tahu, ga bisa’. Tamatan mana sih sebego itu ga bisa ngetik surat? Padahal siangnya juga dia udah browsing2. apanya yang sibuk? STM yang ada *sibuk tak menentu*.

3. Kalo cuti, biasanya tugas2 dia membuat laporan penjualan dan menerbitkan PP selalu gw yang handle. Selama ini sih gw juga ga masalah, karena ini permintaan dari Direktur langsung. Padahal untuk ngurusin kerjaan dia dan kerjaan gw yang berupa email utk customer, kerjaan gw jadi ga keurus. Cuman karena order lebih penting, akhirnya gw harus ngalah. Akibatnya sewaktu penilaian, performance gw jelek banget. Direktur tahu gw banyak bantuin kerjaan orang, tapi tetap aja disalahkan kerjaan gw yang ga beres. Jadi apa dong keuntungannya buat gw? Kenaikan gaji gw jadi kecil, kerjaan gw ga beres, sedangkan dia kerjaannya beres ada yang ngerjain, dia bisa bersenang2 libur.

4. Masalah jemputan. Dulunya, sewaktu dia baru dipindahkan ke divisi sini, supir kantor memang berencana menjemput dia di urutan nomor 2 (daerah wahidin sana). Dianya menolak dengan alasan terlalu pagi. Udah diingatkan bahwa yang dijemput duluan akan diantar duluan, jika dijemput belakangan akan diantar belakangan juga, dia bilang ga apa2. Akhirnya supir tetap menjemput gw pertama, dan dia di urutan kedua terakhir. Lambat laun dia mulai ngeluh pulang kemalaman, pengen diubah lagi jadwal jemputan jadi yang pertama. Gw jelas ga setuju…dia sendiri kog yang membuang kesempatan, masa sekarang mo minta lagi. Ogah ah…. Akhirnya, tahun lalu dia menelpon Manajer HRD, mengeluhkan masalah ini. Supir juga udah menjelaskan ke Manajer pangkal masalahnya. Trus kalo sekarang di mo dijemput pertama, teman yang tinggal di dekat perusahaan musti dijemput duluan, yang artinya bakal diputer2 keliling Medan supaya ga telat. Kalo ga, berarti tetap gw yang dijemput duluan. Masalah ini sempat besar dan Manajer HRD juga udah cape karena kita semua berkeras. Akhirnya gw yang ngalah, jemputan tetap gw yang pertama, sedangkan jadwal antar bergantian, seminggu gw duluan, seminggu lagi dia yang duluan. Akhirnya case close karena gw udah ngalah. Meskipun ada teman lain yang kurang setuju, tapi berhubung gw pemegang kunci mereka terpaksa ikut nerima *gw merasa bersalah sih ama temen itu, tapi semua demi menjaga perdamaian dan suasana kerja yang kondusif*.

5. Masalah jam makan siang. Nah, selama ini memang ada 1 teman L yang selalu lunch di trip 2 *gw sebut ‘trip 2’ karena dia musti nunggu yang trip pertama selesai makan, selama itu dia musti jaga telpon agar tetap ada yang ngangkat*. Gw, E dan J selalu di trip I. Nah, kebetulan suatu hari E sedang meeting waktu istirahat makan siang. Gw juga waktu itu ditarik juga ikutan meeting bentar. Pas gw keluar meeting (meeting blon kelar loh) ruangan kantor udah kosong, yang berarti L juga udah lunch duluan. Ga berapa lama meeting bubar, jadi gw juga langsung lunch di dapur lantai 3. Soalnya meeting kan udah bubar, berarti si E bisa jaga telpon dong. Eh, ternyata dia juga ikutan naik ke atas, ikutan makan. Jadinya ketika telpon masuk ga ada yang terima. Direktur ampe sengaja naik ke atas nyindir ‘makannya enak ga? Kog ga ada yang jaga telpon?’. Siwalan banget deh….dan dengan tanpa merasa bersalah dia ngomel2, katanya dia kalo makan selalu selesai dalam 15 menit. *emang sih waktu itu udah 12.20 kalo ga salah, tapi kan L naik ke atas bukan teng jam 12.00. Eeee… bukannya nunggu giliran, padahal baru kali ini aja L makan duluan*.

Untuk Sabtu besok gw ga bisa mengalah lagi. Ceritanya 2 orang anggota HRD diminta utk survey lokasi yang akan digunakan utk company outing bulan depan. Rencananya survey ke daerah Tuk-Tuk (pulau Samosir). Nah, kedua orang HRD ini ga berani karena katanya disana seram. Akhirnya Manajer HRD meminta H buat nemanin mereka (ini gw dengar dari anggota HRD disini). Kebetulan H itu pacaranya E, jadi E juga diajak, jadi malam mingguan bisa disana. Trus mereka juga ngajak2 orang lain lagi, yang terakhir gw dengar totalnya 12 orang *gw ga tahu siapa aja*. Buset dah, survey gitu aja butuh 12 orang…kalo kerjaannya bisa ditunda sih gpp. Kalo kaya si E yang pemain tunggal disini, apa bukan gw lagi yang kena tumbalnya…..musti handle kerjaan dia lagi? Waktu gw dapat kabar ini, gw langsung bilang “gw ga bisa lagi handle kerjaan dia, masing2 orang kan udah ada tugasnya sendiri2, kalo begini terus udah ga asik nih”.

Gw ga peduli dia mo datang mo ga bukan urusan gw, yang jelas kerjaan dia bukan urusan gw juga. Terserah mo libur berapa lama, kerjaan dia biarin aja numpuk.

Biarin deh seandainya Direktur mo pecat, silahkan aja. Kalo emang gw disalahin dalam hal ini, gw juga udah malas dah…bukan kewajiban gw tapi gw yang kerjain, sedangkan yang bersangkutan tidak pernah tahu berterima kasih. Kelakuannya selalu aja egois dan makin ngelunjak. Herannya selalu aja temannya banyak banget. Dan kalo dia ga ikutan survey, H juga ga ikut dong, trus yang lain2 juga ga ikutan. Sekarang tergantung Manajer HRD deh gimana mutusin masalah ini. Bisa jadi gw tetap jadi kambing hitamnya.

Note : dari tadi pagi dia udah sibuk kasak-kusuk tuh nelpon. Kadang ngomongnya pelan seperti takut kedengaran. Kadang ngomongnya keras, seperti sengaja biar bisa didengar orang lain. Pas ngomong keras, yang gw dengar adalah “iya, betul kan keliatan jelas banget, biasanya dia bisa handle, sekarang ga bisa lagi. Keliatan jelas kan?”. Gitu deh…ga tahu gw yang terlalu sensi atau ga, rasanya tuh omongan tentang gw tuh.

Thursday, June 21, 2007

Jasa Kurir

Hari Selasa kemarin cie2nya anby telpon, nanya mertua kirim bakcang dkk lewat kurir mana. Ternyata kiriman yang udah dititipin hari Senin belum diterima, padahal dari pihak kurir udah menyanggupi kiriman akan tiba dalam 1 hari.

Akhirnya semalam mertua nelpon kesana dan melabrak mereka. Oya, nama jasa kurir itu adalah PT Pandu Siwi Semesta. Bener2 ga beres nih kerjaan mereka sekarang. Padahal dari dulu kurir ini adalah langganan mertua kalo mo ngirim2 barang buat anby waktu jaman kuliah di Bandung dulu, dan selama ini ga pernah mengecewakan. Ternyata untuk pengiriman kali ini mertua bener2 kecewa. Ya iyalah....kiriman bak cang yang udah dibuat susah payah, dan berharap agar bisa dinikmati anak dan cucu di kota sana ternyata rusak. Sayang banget kan? Udah ongkos kirimnya mahal *Rp15.000,-/kg, padahal di Monas cuman Rp7.000,-/kg*. Yang paling masalah sebenarnya adalah karena makanan yang udah susah2 dibuat itu jadi mubajir, kasian mertua.

Mulai saat ini putus hubungan deh ama PSS, lain kali kalo mo ngirim2 bakal lewat kurir lain aja.

Wednesday, June 20, 2007

'Ga Bisa'

Pernah gw dengar orang ngucapin kata 'gw ga bisa' dengan begitu sering dan gampang? Gw udah lumayan sering sih dengarnya. Kalo yang bersangkutan ga bisa tapi mo belajar biar bisa sih ok gw rasa, berarti dia mo berusaha. Tapi kalo bilang 'ga bisa' trus sama sekali ga ada usaha buat belajar mah, itu namanya M A L A S. Jadi 'ga bisa'nya itu dijadiin alasan biar ga usah kerjain.

Ingat kan topik 'Teman yang Menyebalkan'? Si E tuh kalo diminta buat surat selalu jawab 'ga bisa'. Tadi juga begitu. Katanya ada customer minta dibuatin surat yang berisi lead time kesanggupan kita memenuhi order *perlu berapa hari utk repeat order, berapa hari buat new order*. Gw bilang aja ntar gw kasih ketentuannya, tapi dia yang ngetik. Trus dia minta disharing ketentuannya, gw bilang formatnya bukan dalam excel atau world, tapi dalam act, jadi ga bisa disharing kedia *percuma aja, kan ga bisa dibuka*. Maksud gw sih ntar gw kasih secara tertulis aja berapa hari, trus dia yang ngetik suratnya. Eh malah dijawab,"Wah, kalo begitu sih gw ga bisa". Dugh...dengar jawaban gitu gw langsung naik darah dan balas ngejawab dia "Gw juga ga bisa".

Tapi pada akhirnya tetap gw yang kalah. Soalnya atasan dia selalu minta gw ngetik2 surat...masa sih ada orang yang sebego itu ngetik surat dalam bahasa Indonesia aja ga bisa? Ga mungkin gitu loh, secara dia kan tamatan sekolah sini, di indonesia yang salah satu mata pelajaran wajibnya yah "Bahasa Indonesia".

Gondok kalo ngingat hal ini. Blon lagi hal2 lainnya. Ga tahu deh sampai kapan gw bisa bertahan.

VMI (Villa Mertua Indah)

Sekarang mo bahas tentang tinggal bersama mertua di Villa Mertua Indah (VMI).

Setahu gw sih kebanyakan orang kalo boleh milih tentunya ingin punya rumah sendiri setelah merit, tinggal berdua dengan suaminya. Alasannya : untuk menghindari konflik dengan mertua. Soalnya di lingkungan sekitar sudah banyak beredar kabar bahwa tinggal dengan mertua itu ga enak, bisa-bisa sering terjadi konflik dengan mertua, dan bahkan ada yang bercerai gara2 ga cocok ama mertua. Ironis banget kan? seyogyanya hidup berumah tangga itu kan tergantung pada pasangan suami-istri tersebut, masa gara2 ga cocok ama mertua jadi bercerai....sayang banget.

Emang sih, ga diragukan bahwa banyak ketidakcocokan yang terjadi antara mertua-menantu sering jadi 'pemicu' pertengkaran dalam rumah tangga. Setelah itu mungkin saja suami sebagai anak lebih memilih orang tuanya....inilah yang mengakibatkan terjadinya perceraian. Kalau si anak sebagai suami bisa bertindak secara adil dan bijaksana hal ini bisa dihindari, cuman ada berapa banyak sih orang yang bisa bertindak sebagai penengah yang baik dan adil?

Dari cerita2 inilah akhirnya setiap calon pengantin menjadi 'anti' tinggal di VMI. Bahkan sewaktu gw sedang merencanakan pernikahan pun juga 'ditakut-takutin'..."kalo bisa jangan tinggal ama mertua deh, biarpun saat pacaran baik2 saja ntar kalo udah tinggal serumah pasti bisa bentrok. Sikapnya pasti udah lain" begitu gw diingatin. Jadi menurut gw di benak semua capeng udah ada sikap anti yang gede.

Dalam hal ini gw termasuk yang beruntung punya mertua yang baik dan pengertian. Setelah menikah memang gw tidak punya pilihan lain selain tinggal ama mertua, berhubung suami gw anak laki2 tunggal. Jadi dari awal pacaran emang gw udah dihadapkan pada situasi ga bisa memilih utk tinggal di rumah sendiri. Jadi gw juga ga banyak peduli ama informasi yang gw terima tentang hal2 negatif tinggal di VMI. Emang sih didengarin, tapi semuanya diserap dan gw pelajari gimana supaya ga terjadi ama gw. Dalam bersikap gw selalu seadanya, dan juga berusaha menganggap mertua sebagai ortu sendiri. Di VMI juga gw sama aja kaya di rumah...bebas. Yah, cuman kalo ada kerjaan yah ga boleh malas2an dong, lah wong di rumah ortu aja ga boleh malas2. Kalo malas mertua manapun pasti ga akan senang kan?

Dan kemarin waktu istirahat makan siang gw membantah pendapat teman gw yang bilang "bagaimanapun pasti semua orang merasa rumah sendiri lebih enak daripada rumah orang lain (maksudnya rumah ortu lebih enak daripada rumah mertua)". Buat gw rumah mertua dan rumah gw sama enaknya, soalnya emang rumah mertua juga bener2 terasa udah kaya rumah gw juga. Malah gw dibilang 'orang aneh' trus 'ga mungkin dong lu lebih akrab ama orang lain dibanding orangtua lu sendiri'. Nah, dari statment ini gw mengambil kesimpulan bahwa kebanyakan menantu masih menganggap bahwa mertua itu adalah orang lain dan ga benar2 tulus melayani sebagai anak kepada orang tua. Kalo kita tulus melayani mertua, ketulusan kita pasti akan terasa ama mereka, dan sebagai balasannya kita juga akan diperlakukan sebagai anak. Ingat hukum 'aksi=reaksi'. Dan kalo ntar punya anak mertua bisa bantu2 gw merawat anak, apalagi gw sama sekali ga punya pengalaman.

Memang ga bisa semua orang disamaratakan. Ada yang udah dilayani dan dibaikin malah makin ngelunjak. Gw juga bukan mo menggurui, kesimpulan ini hanya gw tarik berdasarkan apa yang gw dengar di lingkungan sekitar gw.

Tuesday, June 19, 2007

Simple Wedding

Gara2 kemarin dengar ada sepupu dari rekan kerja yang planning merit akhir tahun ini, gw jadi teringat si Noni sepupu gw. Kayanya udah lama ga dengar kabar dari dia, sejak terakhir dia minta pendapat mengenai bridal2.

Akhirnya gw telpon deh nanya2 kabar dia, trus gimana planning meritnya. Katanya sih mungkin bakal dibuat sederhana, mungkin hanya mengundang family aja buat dinner. Kalo di Takasimaya murah bakal di situ, tapi kalo mahal mungkin bakal makan di rumah aja.

Budgetnya sekitar 5 juta udah include semua. Gw sih nyaranin kalo budgetnya segitu coba tanya2 di Diana foto studio, mungkin bisa dapat paket foto, gaun dan makeup yang murah. Temannya sih nyaranin dia tanya ke bridal dengan budget sekian bridal bisa provide apa aja ke dia. Yah, saran ini boleh juga, cuman kalo menurut gw sih bakal susah dengan budget kecil. Lebih baik coba di studio foto, mungkin bisalebih murah soalnya bridal sekarang minimalnya aja udah 4 jutaan paket paling murah.

Coba kita hitung yah :
1. Beli Tea set + lampu minyak 1 pasang Rp130.000,-
2. Beli pia buat sangjit dan sembahyang 10 kotak anggap @Rp30.000 = Rp300.000,-
3. Family dinner anggap 100 orang @Rp30.000 = Rp3.000.000,-
Blon hitung uang buat angpao, beli perlengkapan sangjit, sepatu, MC, dll. Jatuhnya mungkin utk bridal ga sampe 1jt loh. Kayanya bener2 task yang berat buat Noni.

Kalo foto hari H bisa aja sih minta tolong ama sodara buat motoin pake kamera digital, hasilnya ga perlu dicetak dulu (nunggu ada uang). Emang sih pada akhirnya bakal 'balik modal' istilahnya jika wedding sesederhana ini, tapi itu kan harus menunggu ampe acara selesai, sedangkan banyak biaya yang harus diselesaikan sebelum acara.

Dia juga lagi bingung ama susunan acaranya, soalnya musti ke vihara di Tanjung morawa buat sembahyang papa-mama si calon suami. Kan ribet, mana lokasinya beda lagi.....almarhum papa di lt 1, almarhum mama di lt 2.

=========
Emang sih kalo bisa wedding itu dibuat sesuai keinginan kita apabila budget mencukupi. Tapi kalo misalnya kantong tidak mampu, sebaiknya kita menyesuaikan dengan kondisi kantong kita sendiri. Peduli deh ama kata orang, toh orang lain ga ngerti kondisi kita dan ga bantuin juga....daripada kita mikirin omongan orang dan 'maksa' pengen ikut seperti orang lain dengan minjam sana-sini...wah berabe deh. Kita yang jalanin hidup kita, kita yang lebih tahu, lebih mengerti, jadi jalanin aja selama kita merasa benar *listen to your heart*.

Monday, June 18, 2007

Anby Bete di hari Minggu

Semalam anby bete, rasanya harinya ga berjalan mulus sehingga dia tambah stress.

Herannya kali ini dia ga banyak sharing, biasanya sih suka banget sharing ama mamanya atau gw. Kali ini semuanya dipikirin sendiri. Minggu gw juga dianter ke rumah ortu *jadi bantu buat 'ki cang' deh, kan Sabtunya udah diajarin ama mertua cara buat 'ki cang' lengkong*.

Nah, kebeteannya mulai meningkat sejak gw salah pasang gembok. Kalo gw ama anby masing2 pegang kunci buat gembok gede, cuman mertua yang punya kunci utk gembok kecil. Waktu keluar rumah gw yang gembokin pintu, dan ternyata pake gembok kecil, iks. Akhirnya anby musti jemput kunci lagi deh di tempat 'khek lang kong hui' karena mertua ada di sana.

Abis itu kayanya anby sibuk main game, sampe jam 4 sore lewat baru jemput mertua. Waktu jemput mertua juga ternyata mertua pas nyanyi, jadi ga dengar anby hubungi hp-nya. Pas dengar udah ada 8 misscall *bayangkan lamanya dia nunggu dan betenya dia*. Kata mertua sih anby saking kesalnya sampe membentur2kan kepala ke kaca mobil *dugh...*

Trus jemput gw, langsung ke Carrefour, untungnya bisa cepat dapat parkiran. Abis belanja moodnya udah agak baikan. Nyampe rumah makan bak cang ditemanin french fries dan chicken nugget + bir bintang *kali ini goreng french friesnya ga enak, kekeringan*. Trus anby minta dikerokin ama gw, tapi akhirnya mertua yang ambil alih. Trus pengen nonton 'shaolin soccer'-nya Stephen Chow, gw yang bertugas nyari dan masang CD. Dicari2 ga ketemu, ampe anby sendiri juga ikutan nyari. Ngomel2 deh dia bilang gw "penakut, pasti ga berani cari di kotak gara2 takut liat kertas film grude 3". Bertepatan waktu dia ngomel gw pas ngeliat DVD 'Grude 3' itu...gw spontan teriak kaget. Anby marah merasa dikagetin, ngomel lagi. Gw yang lagi labil emosi gara2 PMS *cari alasan nyalahin PMS* nangis lagi deh...kabur ke belakang trus beres2 kerjaan.

Karena lama di belakang, akhirnya anby manggil2 terus dan nyusul ke belakang. Ternyata kertas 'Grude 3' udah dibalik, jadi gw ga perlu takut lagi, hehehe.....anby baik juga walo kadang nyebelin....muah...luv ya....

Moga hari ini anby bisa lebih baik, lebih semangat dan semuanya bisa berjalan lancar deh buat anby, ga bikin stress. amien....

Friday, June 15, 2007

Bak Cang

Waktu pulang kemarin mertua udah lagi sibuk bungkus2 bakcang. Gw dibagian bersih2 aja dan masak yang gampang2 buat menu makan malam. Trus nyuci2 piring kotor, ngisi air bersih, ngerendam pakaian kotor *seperti kegiatan sehari2 deh, cuman nambah masak doang dan porsi piring kotor lebih banyak daripada biasa*.

Kelar bungkus udah jam 9-an malam. Untungnya dari jam 7.00 udah mulai masak air buat ngerebus bakcang. Jam 7.30 airnya baru mulai mendidih, baru deh mulai ngerebus. Perlu proses sampe 6 jam loh buat ngerebus aja. Jadinya mertua nunggu ampe jam 02.00 dinihari deh baru bobo *nunggunya sambil main game biar ga ngantuk*.

Waktu bungkus2 itu kita kan ada becanda2, trus mertua sempat singgung masalah uang (kalo ga salah gara2 bakcangnya cuman buat dikit menurut achi dan gw mo ngerebut makan banyak juga, hehehe). Kata mertua semuanya mo minta banyak tapi uangnya ga cukup2. Ternyata anby jadi tersinggung. Dia udah banyak ngeluarin uang, susah payah mo nabung buat planning2 kita, dan ga punya banyak waktu buat diri sendiri demi nemanin gw dan nyokapnya, tapi kitanya selalu ga merasa cukup. Gw jadi merasa bersalah sih, tapi kita kan tadinya becanda2 aja, ga ada maksud ga bersyukur ama kondisi saat ini.

Gw ga jadi ah ke rumah ortu hari ini, bahkan kalo bisa ga usah kemana2 deh hari ini, di rumah aja. Kadang enak juga rasanya ga keluar kemana2, tenang2 dirumah *asal ga kena giliran pemadaman*, nonton Extravaganza bareng2 dan bermalas2an. Tapi kayanya bakal keluar sih, stock Indomie Goreng anby udah habis, dan Coca Cola juga.

Lupa

Anby kasian banget deh kebingungan tadi pagi.

Pan kebetean gara2 kemarin masih terasa sampe tadi pagi. Trus ga tahu gimane awalnya, waktu kita berdua lagi nyisir dan bercermin di kamar mertua tiba2 aja gw bilang, "Kalo ada celah lain juga gw bakalan cabut dari kerjaan gw sekarang". Anby ter-kaget 2 deh, ampe nanya, "Ada apa, ada yang jahat lagi yah ama lu?". Dugh...tiba2 sakit hati gw muncul lagi deh. "Banyak!" jawab gw, tapi gw pindah ke kemar sebelah dulu, sambil nguatin hati biar ga nangis lagi. Selama ini anby tahunya gw paling setia ama kerjaan gw, ga pernah berpikir utk pindah ke lain hati. Tapi akhir2 ini kayanya banyak sekali kejadian yang bikin gw ga kerasan lagi.

Seandainya rencana bisnis gw udah bisa dijalankan, bakal gw lepas deh kerjaan ini, Tapi berhubung gw masih blon diberi jalan lain, jadi sementara jalan ini akan gw jalanin dulu *buanyak banget kata 'jalan' hehehe*

Moga ga jadi beban pikiran anby deh, kan dia juga udah cukup cape dan stress ama kerjaannya sendiri.

Oya, semalam gw PMS, mungkin karena itu jadinya semalam emosi ga stabil.
Ga nyambung nih judul ama isi blog gw hari ini.

Note : nyampe kantor gw baru ingat kalo gw lupa *apaan sih 'ingat tapi lupa'*. Gw lupa ngingatin anby buat bawa radio *katanya mo ngetes pelamar kerja buat memperbaiki radio itu, kalo lulus baru diterima, kan lamarnya bagian maintenance*. Trus lupa juga ngingatin anby buat bawa lamaran kerja temannya Cen ke kantor.

Thursday, June 14, 2007

Salah terbit PP

Kali ini bahas kesalahan PP (Perintah Produksi) yah.

Pagi2 ini, begitu nyampe kantor langsung heboh. Katanya ada kesalahan penerbitan PP. Kedapatan salahnya di QC. Dan kebetulan yang menerbitkan PP itu adalah gw (gw gantiin teman CS yang cuti pas hari Senin 04 Juni 2007).

Heran aja deh kog bisa salah, padahal gw udah hati2 banget pas menerbitkan PP, udah dichek berkali2 (kan takut sih salah, performance perusahaan jadi jelek, padahal mo bantu temen dan demi perusahaan agar tetap bisa produksi dan penyusunan planningnya).

Setelah dichek, ternyata emang di PO customer yang difax ke kita keliatan seperti angka "8" dan PO-nya clear kog, ga hitam2 atau ga jelas. Jadi yah gw juga ga ada curiga sedikitpun kalo ternyata ada kesalahan fax. Ternyata yang terlihat seperti angka '8' itu seharusnya adalah angka '9'. Mana kusangka? Lah wong ga mencurigakan gitu kog.

Dan QC dapat kesalahannya dari fax lain yang berisi list angka untuk dibuatin sticker dan ditempel di tiap kotak. Ternyata di fax itu ada terlihat angka '9' juga, cuman waktu list itu diserahin ke gw, marketing hanya nyuruh cek barcode dan copy-in list sticker itu...meneketehe kalo ada lot no di situ, kan udah gw tanya ini mo diapain aja, katanya 'copy aja rangkap 2, trus dierahin ke desain dan produksi'...udah, titik.

Dan customer ini ga bisa terima biarpun mo kita perbaiki dengan tempel sticker. Bakal musti cetak ulang deh ini, merugikan banget. Gw jadi heran, seberapa hati2nya pun tetap aja terjadi kesalahan. Apa ada yang salah disini? Apa dong? Mungkin salah satunya mesin fax musti diperbaiki.

---------------
Hasil meeting : marketing JL bilang dia ada nyuruh cek lot no *mana ada dudul*, juga cek barcode, kalo kurang jelas cross cek ke email tgl 22 Mei 2007 *nah, kalo ini baru ada dibilang*. Pokoknya mengesalkan dan bikin gw illfeel ama kerjaan disini.

Waktu meeting aja ampe bertekak, dan emang dasarnya gw paling bodoh kalo ngomong, jadinya yah nangis ajalah saking kesalnya. Bos lagi....bilang 'kan harusnya diverifikasi ama customer, kasus ini udah sering terjadi dimana angka2 terlihat bisa menyerupai angka lain'. Kalo itu saya juga tahu Bos, cuman yang fax kali ini kan terlihat jelas, ga meragukan sama sekali. Coba kalo Bos yang jadi gw waktu itu, apa terpikir juga buat konfirmasi ke customer? Kalo gitu yah semua fax dari customer mesti ditanya lagi dong secara lisan' *itu yang pengen gw bilang, tapi semuanya cuman akhirnya cuman jelasin dalam hati aja*.

Si JL sampe ngungkit2 "kan lu adm sistem kan? Harusnya lu lebih tahu sistem kan?". Lah dudul, apa hubungannya case kali ini ama penguasaan sistem? Ini murni karena ketidaktahuan bahwa angka itu adalah angka yang salah, berhubung hasil faxnya jelas menurut penglihatan saya. Dan emang sebelum meeting ini juga gw udah cek ke HRD, ke CS sendiri, tanya2 seandainya mereka baca PO itu bakal curiga ga sama angka '8' itu? ternyata 2-2nya jawab 'ga'. Jangan gitu deh jadi orang, semua ga melihat lagi akar masalahnya dimana, hanya menyalahkan saja.

Tahu ga, selama meeting itu gw pengen banget keluar *ga bagus banget, makanya gw tahan2 dan ga keluar ampe meeting kelar*. Soalnya suasananya udah ga mendukung, semua udah main vonis aja, dan ga mencari solusi. "Mestinya begini....Harusnya begitu....Kan sudah pernah begini...."....kalo case dulu emang angkanya mencurigakan, bisa "3 or 8", dll. Kalo yang ini kan ga mencurigakan..liat dong, liat... Jangan dibandingkan ama font lain dalam PO itu, liat font yang sama dong.
Benci...benci...benci....

Lagi pertimbangin mo mengundurkan diri aja, minta Bos cepat2 cari pengganti gw. Ntar deh dipikirin lagi. Bagusan gw ga usah bantu siapapun, udah dibantuin malah menyalahkan. Gw ga boleh ga bantu orang lain, karena gw bagian sistem, dan kerjaan gw ga boleh ga kelar juga. Moga hari ini gw bisa ngambil keputusan...cape....

Note : suasana hati masih blon membaik, padahal udah lewat lunch dan tadi bisa ngobrol dengan ringan karena gw paksain bersikap biasa, kan harus professional. Ternyata saat teringat lagi gw masih aja pengen marah, dan akhirnya jadi lari ke nangis karena kesal ga bisa ngapa2in. Kapan gw bisa bener2 professional yah?

==========
Hari ini, tgl 18 Juni 2007 dengar ada solusi. Katanya customer ngizinin kita tempel sticker di kotak outernya. Jadi case close deh. Cuman lagi2 nama perusahaan tercoret di mata customer yang satu ini...duh, gw merasa bersalah sih, tapi gw bener2 ga tahu apa solusinya untuk bisa terima fax yang jelas dari customer.

Tuesday, June 12, 2007

Dunia Gaib

Elo2 percaya ga sih ama dunia gaib?

Gw dapat sharing dari sepupu gw yang kerja di GG, katanya baru2 ini ada penampakan di CCTV kantornya.

Awal ceritanya tgl 4 Juni 2007 sepupu gw merasa heran, karena posisi kunci brankasnya berubah dari yang biasanya mengarah ke bawah menjadi mengarah ke atas. Akhirnya atasannya memutuskan untuk mengecek dari CCTV, siapa yang usil ngerjain brankas sehingga posisi kuncinya bisa berubah begitu.

Kemudian di flash back deh, kemarinnya adalah hari Minggu, jadi harusnya ga ada yang masuk kerja. Sedangkan Sabtunya dia ga perhatiin kondisi brankasnya, karena Sabtu ga ada kegiatan yang berhubungan ama brankas. Jumatnya adalah hari Libur Waisak (1 Juni 2007), jadi ga ada yang masuk kerja juga dong. Kamis kondisi brankas masih normal.
Kemudian diputuskan pengecekan CCTV dimulai dari hari Jumat 1 Juni 2007 itu.

Saat rekaman CCTV diputar, terlihat hal2 yang aneh. Dalam kondisi tidak ada seorangpun yang berada di ruangan, tiba2 terlihat ada sinar2 putih bergerak kesana-kemari di ruangan itu. Kemudian kertas2 printer yang ada di meja sepupu gw mulai beterbangan, bahkan ada yang jatuh ke meja di belakangnya. Kemudian terlihat pesawat terbang kertas diluncurkan di ruangan itu, seolah2 ada yang sedang bermain pesawat2an.

Di rekaman CCTV hari Minggu terlihat bola api memantul dan melompat2 di semua meja di kantor itu. Semua yang ikutan menonton jadi ketakutan. Memang sih selama ini sering ada penampakan oleh beberapa orang, namun tidak pernah mereka melihat sejelas ini melalui rekaman. Selama ini kan hanya diceritakan oleh orang2 tertentu yang kebetulan merasakan saja.

Dan ada kesaksian dari salah satu temannya. Pernah *baru2 ini juga* teman itu lembur kerja sampai malam di kantor, sendirian. Akhirnya, setelah lelah bekerja, dia mencoba refreshing dengan bermain game komputer. Baru saja mulai permainan, dia mulai mendengar ada suara tertawa *cukup jelas sih katanya, seperti ada di sampingnya*. Akhirnya dia ketakutan dan segera pulang ke rumah.

Kayanya sih hampir setiap kantor ada deh cerita seperti itu yah. Yang penting adalah 'mereka' tidak mengganggu kita. Dan kita harus lebih mendekatkan diri kepada "Yang Di Atas", sesuai dengan agama dan kepercayaan kita, agar selalu dijauhkan dari yang tidak baik.

PLN Medan

Mo cerita tentang PLN nih, khusus yang cabang Medan deh *soalnya gw ga tahu kalo di tempat lain*.

Kalo ga salah ingat sih, PLN Medan sejak 2005 sudah mengumumkan kerusakan genset. Akibatnya sering ada pemadaman. Awalnya sih masih beberapa hari sekali digilir pemadamannya. Kemudian setelah genset diperbaiki, selama beberapa bulan jarang ada pemadaman, namun ini hanya bertahan beberapa bulan aja *paling lama 3 bulan deh mungkin*. Lama kelamaan giliran pemadamannya semakin parah.

Dalam tahun 2006 saja *ini gw masih ingat betul* hampir setiap hari kita2 di Medan ini menderita kegelapan dan kepanasan minimal 4 jam. Kadang malah membengkak menjadi 2x4jam sehari. 4 bulan mendekati bulan puasa setiap hari digilir pemadaman listrik 2x4 jam sehari.

Yang mengherankan, tagihan listrik malah ga banyak berkurang padahal banyak pemadaman *harusnya kan selama pemadaman listrik ga digunakan sama sekali toh?*. Dan bagi yang menggunakan genset, biaya genset + tagihan listrik malah menjadikan kantong makin jebol. Blon lagi ada saatnya solar langka, sehingga pengguna genset juga kebingungan membeli bahan bakar.

Saat2 bahagia kami hanya ada di bulan puasa & lebaran, sekitar hari Natal & Tahun Baru, sebab pada saat2 itu pemadaman listrik mulai jarang *ga bisa dikatakan total ga padam seperti janji PLN, karena kadang2 masih digilir tapi waktunya ga sepanjang biasanya, paling 'hanya' 1-2 jam*. Di luar bulan2 itu adalah siksaan bagi kami. Ga mungkin dong tidur dari jam 8 malam, padahal kami baru saja pulang dari kantor dan kepanasan. Hidup seperti ga berarti karena setelah stress di kantor seharian, di rumah sama sekali tidak ada kegiatan hiburan yang bisa kami lakukan. Ga bisa membaca, ga bisa menonton, ga bisa mendengar lagu.

Sabtu lalu, tgl 9 Juni 2006 malah terjadi lagi pemadaman 2x4 jam dalam sehari.

Dan herannya, selama masa 'penyiksaan tanpa listrik' ini para pejabat tidak perlu merasakan kesusahan kami para rakyat biasa. Soalnya di rumah2 pejabat selalu dialiri listrik yang gw yakin pemakaiannya jauh lebih boros daripada rakyat. Masyarakat yang tinggal di daerah yang sejalur ama pejabat patut bersyukur karena mereka juga kecipratan rejeki ga ada pemadaman listrik. Seharusnya jika memang daya listrik berkurang, tidak boleh ada diskriminasi seperti itu. Para pejabat juga harusnya merasakan yang dialami oleh rakyat banyak, sehingga mereka bisa mengerti kesulitan rakyat. Selain itu, mungkin dengan begitu maka kinerja BUMN2 bisa lebih di'push' agar lebih baik.

Saat ini sudah ada pengumuman lagi dari PLN, sejak tgl 13 Juni 2007 s/d bulan Agustus bakal ada pemadaman listrik setiap hari selama 4 jam *'minimal' gw yakin*. Moga2 kondisi ini cepat membaik untuk selamanya, bukan hanya sementara seperti yang sudah kami rasakan beberapa tahun belakangan ini. Jika tidak membaik, perekonomian Medan akan hancur, investor aja bakal mikir 1000x buat mendirikan pabrik di Medan *bayangkan additional cost yang harus dikeluarkan buat solar genset setiap pemadaman lsitrik*.

Semoga aparat yang berwenang lebih peduli akan hal ini dan menjadikan segalanya lebih baik....Amin....

Monday, June 11, 2007

Polisi

Di Medan ini (dan bahkan di banyak kota di Indonesia), sudah bukan rahasia lagi kalo Polantas itu selalu mengincar mangsa yang bisa di"peras". Soalnya biaya mereka masuk ke kepolisian aja udah selangit, jadi pas udah keluar dan bebas berkeliaran di masyarakat, mereka jadi sibuk memeras rakyat buat membayar kembali 'modal' yang udah mereka keluarkan.

Gw membahas ini bukan karena ada dendam pribadi dengan polisi, cuman memang kenyataannya di lapangan begitu. Setiap melihat polisi, yang terlintas di benak adalah 'moga2 aja gw ga di-stop'. Ini bener2 adalah pengalaman gw pribadi selama ini, dan memang inilah yang kesan yang ada di benak gw menyangkut 'polisi', bukan hanya polantas.

Kalo memang yang di-stop itu memang beneran salah sih masih mending. Ini, yang ga salah juga asal distop aja, dan akhirnya dimintain 'uang damai'. Jadi kayanya polantas cuman punya 1 tujuan : stop mobil sebanyak2nya, dan peras uang mereka sebanyak2nya. *sori buat polisi yang jujur dan ga berkelakuan seperti ini, gw nulis ini semata2 berdasarkan pengalaman gw pribadi dan orang2 dekat gw*.

Calon ipar gw E pernah distop ama polisi karena menerobos lampu kuning. Selama ini kan yang kita tahu tuh kalo lampu kuning berarti 'hati2' dan ga ada kata 'harus berhenti'. Pernah kejadian ketika lampu kuning si E berhenti, trus ama polantas yang jaga dimarahin dan disuruh cepat jalan. Jadi, setiap ketemu lampu kuning akhirnya E selalu lewat dan ga berhenti lagi *kecuali kalo udah lampu merah tentunya berhenti*. Akhirnya pas kejadian menerobos lampu kuning ditangkap ama polantas lain, dibilang itu udah lampu merah *emangnya dikira buta warna*. Kita juga udah ga punya bukti kan, karena ga ada rekaman. Akhirnya polisi bilang damai di tempat aja. E yang udah gondok dituduh bersalah akhirnya ga mo damai, minta ditilang aja. Lebih baik uang itu diserahkan pada negara daripada masuk ke kantong polantas !@#$%^& itu *meskipun ada kemungkinan uang itu juga di-sunat sebelum sampai ke kas negara*.

Kejadian sama juga pernah dialamin ama supir kantor gw. Waktu itu supir juga nerobos lampu kuning, dan juga dimintain uang damai. Berhubung supir kantor gajinya sedikit, akhirnya dikasih deh 10rb ke polantas itu. Pak supir malas menghadiri sidang *selain itu mana ada waktu* dan bayarannya pasti mahal. Jadi akhirnya diputuskan damai aja.

Trus ada lagi supir kantor lain yang mengalami ga mengenakkan. Kejadiannya di jalan Krakatau. Setiap jam pulang kantor emang jalan itu sering macet. Pas di persimpangan 4 (simpang yang kecil sih), lalu lintas udah macet. waktu lampu masih hijau sebenarnya kita udah lewat, kemudian ketemu mobil2 lain dan sudaco yang melintas meyebrangi jalan yang sedang kita lalui *arah memotong*, jadinya mobil kita terhenti di tengah2 jalan, ga bisa maju maupun mundur *dan dodolnya ada polantas disitu ga mengatur lalu lintas*. Akhirnya setelah sudaco2 itu lewat, baru deh kita bisa melewati jalan itu. Dan parahnya, di seberang san polantas menyetop kita. Kebayang ga emosinya? Waktu mobil2 sudaco itu nerobos dan motong jalan kita bikin macet ga diurus, pas kita udah lewat di seberang dan bertepatan udah lampu merah *tentu aja dong udah merah, ampe macet gitu kog ga bisa jalan, bayangin lamanya* malah polantasnya enak2 nyetop minta uang damai. Akhirnya supir itu juga dengan sangat terpaksa deh ngasih uang ke polantas dodol itu.

Kejadian terbaru adalah kemarin malam. Kami baru aja pulang dari Carrefour Plaza Medan Fair. Dari Gatot Subroto arah ke Raden Saleh (Depan Golden) kami tiba2 distop ama polantas yang tiba2 muncul di tengah jalan. Hampir aja tuh polantas tertabrak ama kita, orang munculnya mendadak gitu. Trus karena bingung, dt tengah jalan itu juga kita tanyain 'ada apa'. Kata polisi itu kita lewat udah lampu merah, padahal jelas2 baru berubah dari hijau ke kuning. Selain itu di belakang kita juga ada mobil yang lewat tapi ga distop. Polantas dodol itu juga minta kita minggir, katanya 'biar saya jelasin'. Wah, maksudnya jelasin apa toh Pak, kita mah udah tahu maksudnya jelasin itu = minta uang damai. Karena ga merasa salah kita meluncur aja, ga peduli ama polantas itu. Kita jalannya biasa aja, ga ngebut dan di polantas juga ga ngejar. Mungkin karena dia juga tahu sebenarnya kita ga salah, cuman gertak2 siapa tahu bisa diperas juga. S**l*n deh tuh polisi, bener2 bikan malu Indonesia aja. Kayanya Kapolri udah ga bisa menghandle anggota2nya yang di bawah2 ini. Bahkan ada loh polisi yang bergerilya di pabrik2 buat minta2 uang. Ck...ck...ck...preman berseragam nih.

Boss' Marriage (Part 2)

Hari ini mo mereview acara resepsi meritnya SC & F Sabtu kemarin.

Seperti udah diinformasikan sebelumnya, acaranya berlangsung di Taipan, Capital Building lt.8. Dekornya simple minimalis dari Paulina Florist, dengan nuansa ivory-green. Seluruh ruangan dipasang kain ivory dari langit2 ke bawah. Sepanjang jalan masuk ada beberapa standing flower dengan pot putih berbentuk mangkok berisi bunga2 putih dan daun2 hijau. Panggung dihias dengan backdrop rumput2 tinggi dan bunga2 putih di bawahnya. Cake dari Suans, juga dengan nuansa ivory-green. Di seluruh ruangan banyak dipasang proyektor yang menampilkan acara di panggung, foto2 pengantin indoor, dan foto mereka dari kecil hingga besar, termasuk foto terbaru mereka berbulan madu ke Eropa.

Selama masa menunggu, tamu2 dihibur dengan penampilan band penyanyi dengan alat musik biola (mungkin juga ada keyboard, tapi gw ga perhatiin). 4 orang penyanyi duduk berjajar di atas panggung bergiliran menyanyi. Suasana yang ditampilkan adalah romantic.

Tamu2 dari IPI semuanya diletakkan *emang barang, hehehe* di bagian belakang ruangan. Total undangan sekitar 60 meja, namun masih ada beberapa meja kosong. Menu yang dihidangkan banyak banget *porsi besar* dan enak2. Menu yang ada antara lain *seingat gw aja yah* : 1) hidangan selamat datang berupa pastel, 2) Tiga kombinasi :udang-cumi, bitterbalen, 1 lagi lupa ^_^, 3)sup ayam kimchi dan ginseng, 4) udang goreng gandum, 5) scallop & udang brokoli, 6) 2 ekor bebek goreng, 7) ikan goreng saus acar cabe, 8) mie goreng udang, 9) minuman 'pek bokni + buah anggur + pek ko'.

Untuk minuman ada pilihan : teh, fanta, coca-cola, sprite. Kemudian ada tambahan 'Wine made in Taiwan' dan 'Martell' *tapi wine cuman utk IPI dan Martell utk tamu2 undangan lainnya.

Selesai acara sudah jam 10.30, nunggu giliran foto yang lama banget berhubung panggung kecil dan temen2 boss banyak yang foto duluan, abis foto nunggu lift juga lama banget karena ngantri. Nyampe rumah udah jam 11.00 *bertepatan dengan hidupnya PLN yang udah memadamkan aliran listrik dari jam 7.00*.

Sekian deh ulasannya mengenai resepsi bos gw.

Saturday, June 9, 2007

Boss' marriage (Part 1)

Hari ini adalah hari pernikahan kedua 'SC' Direktur Bussiness & Development. Pengantin wanitanya adalah 'F' Manager HRD di perusahaan yang sama, yang juga adalah mantan sekretarisnya.

Gw disini bukan mo bahas kisah percintaan atau kehidupan mereka *yang mana gw juga ga tahu*. Gw mo bahas mengenai pernikahan itu sendiri *tahu kan kalo gw ini suka banget ama yang menyangkut wedding?*

Mereka ngambil paket bridal adri Iskandar Leonardi, satu2nya bridal termahal di kota ini. Kenapa gw bilang satu2nya? Yah, karena dengan hasil yang sama di bridal lain harganya sangat mahal. Dulu gw pernah nanya2 di Iskandar, katanya paket termurah agar bisa difoto di Leonardi adalah 40 juta, itupun harga 2-3 tahun lalu. Kebayang ga, di bridal lain saat itu harga paket termahal hanya belasan juta, ini paket termurah 40juta. Hasil fotonya menurut gw biasa aja *foto indoor*, cuman utk close up dan make up emang bagus *bahkan makeupnya bagus banget, 4 thumbs up deh*.

Trus utk persiapan kayanya agak terburu2 kayanya, mungkin karena F terlalu sibuk dan tidak mendelegasikan tugas agar bisa dibantu orang lain. Kabar yang beredar dari sumber terpercaya sih, untuk elektronik di kamar pengantin (tv, ac, dll) diurus oleh bagian purchasing. Undangan tidak dicetak, hanya menggunakan undangan dari restoran Taipan (Capital Building), tempat resepsi diadakan. Undangan itu diprint oleh anggota HRD, ditempel sticker mengkilap bentuk love bertulisan 'shuang xi' or 'double happiness' dan kemudian dibagiin. Souvenir udah dipesan jauh2 hari berupa payung *katanya....gw ga tahu, ntar malam dibuktikan deh*.

Konyolnya, karena tidak mencetak undangan, jadinya ucapan terima kasih juga tidak dicetak. Ketahuannya baru hari Rabu kemarin, setelah merias kamar pengantin si F buru2 ke pabrik minta diurusin ke percetakan utk cetak ucapan terima kasih. Kamis kartunya selesai, dan tugas anggota HRD lagi utk mengikatkannya dengan souvenir.

Kamis sore diumumkan bahwa Jumat akan ada acara makan bersama, jadi sayur rantang ditiadakan dan nasi juga tidak ditanak. Dipikiran sih sudah terbayang "nasi kotak Garuda, Nasi Kotak ACC, Nasi Kotak Miramar, Nasi Jumbo" *boleh dong ber-angan2, kan bos gituloh yang merit*.....ternyata sampai 12.30 nasinya baru nyampe. Udah gitu ternyata "nasi Kotak Selamat Menikmati" *tahu dong kotak2 pink-putih yang dijual di pasaran dengan tulisan 'selamat menikmati' itu*. Waduh, udah nunggu lama2 dan kelaparan nasinya ga sesuai harapan, jadi kecewa deh. Udah gitu karena mesannya dari warung yang ga biasa handle partai besar jadinya keteter, banyak molor dan salahnya. Semua nasi dari trip 2 sayurnya tidak lengkap, ada yang kurang perkedel, daun singkong, rendang kentang...pokoknya seru deh berantakannya.

Jadi siang ini pada Manager pergi ke rumah SC untuk melihat pengantin. Ntar malam kita kondangannya bos. Penerima tamu kebanyakan laki2, yang cewe dari kantor cuman 4 orang (2 dari kantor medan : Juliani 'kasir', Che2 'adm kasir'; 2 orang dari KIM : Nurhamida/Ing2 'MR' dan Yenny 'marketing'). Kali ini ga ada dana buat makeup, jadi penerima tamu musti makeup sendiri.

Jadi ntar malam mo kesana. Senin baru disambung hasil reviewnya yah.

Wednesday, June 6, 2007

Promo

Tgl 8 kemarin gw telpon ke Permatabank buat nutup kartu Manhattan gw (ingat kan, yang bermasalah itu loh). Ternyata musti disambungkan ke bagian Manhattannya *beda loh call centre Manhattan dan Kartu Kredit Permata*. Dan ternyata yang ngurus Manhattan lagi online semua, jadi gw titip pesan aja. Alasan yang gw nutup kartu itu karena gw ditagih annual fee *ga mo rugi, hehehe*, padahal waktu apply kan mo bantu iparnya sepupu gw dan katanya free annual fee.

Senin tgl 4 gw ditelpon kembali ama orang Manhattannya. Trus dikonfirmasi lagi alasan penutupan kartu, dan ditanyain nama orang yang mengatakan free itu. Kebetulan gw ga ingat lagi namanya *bodo...toh orang bank kan punya data lengkapnya*. Trus dijelasin kalo kartu Manhattan emang ga ada free annual feenya. Tapi gw diikutkan ke program musti gesek minimal 100rb terhitung sejak tgl 4 Juni - 31 July 2007. Jika terpenuhi, maka annual fee gw bebas.

Ya udah, gw terima aja, ntar mo check ada program apa aja di Medan. Kalo lumayan banyak program menarik kayanya asik juga *misalnya beli karcis bioskop 1 free 1, makan di resto disc 50%, nginap hotel dapat diskon juga, dll*.

Trus yang promo Loreal kayanya ga bakal dapat lagi deh. Ga jelas tuh pengaturannya dan webnya juga kurang jelas. Pasrah aja deh. Ntar kalo ada rezeki baru beli sendiri deh.

Seminar Sehari Draft ISO 9001:2008

Kemarin seharian ikut seminar di Novotel Soechi yang diadain ama Pera Neville Clark. Judul seminarnya "Overview ISO 9001:2008 - Perubahan dan Implikasinya". Jadi yah seminar ini membahas masalah Draft ISO 9001 revisi ke-4 yang mungkin bakal dirilis tahun 2008 *masih ada kemungkinan diundur jika ada kritik selama proses voting sekarang ini*.

Pembicara seminarnya Bpk Kotama Guritno, cukup pintar membawakan sesi seminar ini. Penjelasan2nya juga cukup clear utk beberapa istilah yang selama ini terasa rancu dalam ISO 9001:2000, terutama istilah input design, output design, review design, verifikasi design dan validasi design. Supaya ga dilupakan, gw pengen masukin penjelasan bagian ini ke blog gw.

Dijelasinnya pake contoh aja yah, biar lebih jelas.

Misalnya : Bpk Anwar ingin membuat rumah, lalu digajilah seorang arsitek untuk merancang rumah idamannya. Pak Anwar hanya meminta agar rumah yang dibuat itu terasa nyaman dan adem saat masuk ke dalamnya *input design*. Sang arsitek kemudian mencoba menggambarkan rancangan rumah yang kira2 jika dibuat akan terasa nyaman dan adem, dengan komposisi tinggi dan kemiringan atap, jumlah dan letak jendela dan lubang angin yang memadai, tinggi bangunan, dll. Hasil rancangan arsitek berupa gambar itulah yang disebut ouput design. Kemudian design ini diajukan kepada Bapak Anwar, dan mengalami beberapa perubahan, baik berupa input dari pak Anwar maupun perbaikan oleh sang arsitek sendiri *inilah yang dinamakan review design*. Setelah rancangan gambar final, maka rancangan ini diserahkan kepada pemborong untuk membangun rumah sesuai gambar. Setelah rumah selesai dibangun, sang arsitek mengecek apakah pembangunan tersebut benar2 sesuai dengan gambarnya, proses ini disebut verifikasi design *mereview hasil dengan output design*. Kemudian dicobalah rumah tersebut, apakah sudah sesuai dengan permintaan Pak Anwar, apakah jika kita masuk kerumah tersebut terasa nyaman dan adem *ini yang disebut validasi design, jadi me-review hasil dengan input*.

Kesimpulannya tahapan design adaah sebagai berikut :
1. input design
2. output design
3. review design : mempelajari kembali output design
4. verifikasi design : mereview hasil terhadap output
5. validasi design : mereview hasil terhadap input

Ini juga berlaku utk design berupa jasa, misalnya promosi. Namun jika input designnya sudah berupa bahasa teknis, maka tahapan2 design ini tidak berlaku lagi (dalam ISO 9001), karena ini berarti customer sudah mendesign sendiri dan kita hanya perlu memproduksi. Jika customer memberikan bahasa umum atau memberi contoh untuk ditiru, maka kita perlu melalui tahapan design.

Overall gw puas dengan seminar kemarin, hanya saja ruangan di Novotel ini banyak serangga2 kecil yang beterbangan. Serangga2 ini biasanya terlihat di sekitar buah dan makanan, sejenis nyamuk kayanya. Soalnya gw ama temen gw digigit, dan hasil gigitannya ternyata bentol dan terasa gatel. Selain itu selama seminar diganggu ama serangga itu yang beterbangan kian kemari bener2 mengganggu konsentrasi.

Moga2 kelak jika seminar ga diadakan di hotel ini lagi. Pest controlnya payah.