Wednesday, May 27, 2009

Bakcang & Kicang

Sampe saat ini gw paling doyan bikinan mertua. Ini gw sharing cara pembuatannya yah *tapi tetap takarannya kira2 sendiri aja*, tapi cara membungkusnya ga ada, soalnya mertua bikinnya pas gw masih di kantor. Begitu pulang, tuh bakcang udah siap utk dimakan, hehehehe.....

Resep Bakcang
Bahan :
1. Beras ketan *pastinya* + sedikit beras biasa biar ga eneg
2. Daging sam-can
3. Jamur payung a.k.a hioko
4. Sosis b*bi a.k.a lapchiong dipotong2 serong
5. Kacang ijo tanpa kulit direndam air hingga mengembang, tiriskan
6. Kuning telur bebek asin
7. Ebi, rendam air sebentar kemudian diblender halus
8. Lakci *yang ini gw ga tahu nama lainnya* rendam, buang kulitnya dan tiriskan
9. Cabe rawit *buat yang suka*
10. Bawang putih cincang *buanyak*
11. Bubuk Gohiong & bubuk b*abihong
12. Kecap manis, kecap asin, garam, gula, merica secukupnya
13. Daun bambu
14. Tali untuk pengikat

Cara Membuat :
1. Daun bambu direbus, kemudian direndam dengan air dingin dan diusap bersih dengan lap. Tujuannya agar bulu2 halus pada daun terlepas.
2. Beras ketan direndam air, kemudian ditiriskan.
3. Tumis bawang putih, masukkan samcan, kecap manis, gula, garam, merica, bubuk gohiong. Masukkan hioko, tumis sampai harum dan air yang keluar dari daging mengering. Angkat & sisihkan.
4. Tumis bawang putih, masukkan ebi, gula, kecap manis, bubuk gohiong dan merica. Tumis hingga harum, angkat.
5. Tumis bawang putih, masukkan beras ketan, kecap manis, kecap asin, garam, merica, bubuk b*bihong. Angkat.
6. Mulai bungkus bakcang dengan memasukkan bahan 1 per satu : beras, kacang ijo, samcan, hioko, lakci, lapchiong, kuning telur asin, ebi, cabe rawit. Ikat dengan tali
7. Masak air dalam panci rebusan.
8. Setelah bakcang selesai dibungkus dan air mendidih, masukkan bakcang, rebus selama 4 jam. Angkat dan tiriskan.

NB : Semua isi bakcang & beras yang ditumis dicicipin dulu rasanya. Jangan keasinan dan jangan tawar, soalnya setelah direbus rasanya ga akan berubah.
Ebi dan lapchiong ga ada fotonya, soalnya gw ga ditempat waktu dieksekusi ama mertua ^0^





Kicang
Bahan :
1. Beras ketan *yang ini musti dipilih, ga boleh ada campuran beras biasa*
2. Air abu
3. Daun bambu
4. Tali pengikat

Cara membuat :
1. Beras direndam air, kemudian ditiriskan.
2. Campur air abu ke beras ketan, biarkan sebentar. Pada tahap ini beras akan berwarna kuning kehijauan.
3. Bungkus tapi jangan terlalu penuh agar beras bisa mengembang. Ikat.
4. Rebus selama 6 jam. Angkat, tiriskan.

NB : Kicang ga boleh direbus melebihi 6 jam, karena warnanya bakal berubah kecoklatan, bukan kuning kehijauan lagi.

Kicang ini enaknya dimakan bersama srikaya.

Selamat menikmati ^_^.....

Tuesday, May 26, 2009

History Behind "Bakcang"

"I would prefer to jump into the river and be entombed in the stomachs of fishes than to bow while purity is defiled by vulgar pestilence..."

Kisah ini diceritakan turun-temurun dari generasi ke generasi. Dan sejak merit, mertua selalu menceritakan kisah ini setiap menjelang festival bakcang. Dan parahnya, gw selalu lupa detailnya, hanya ingat bahwa ada seorang penyair yang lebih rela bunuh diri dengan terjun ke sungai daripada harus menyembah penguasa baru. Doooh....ingatan gw parah banget kan? Tahun ini juga waktu mertua nanyain gw ceritanya, gw cuman bisa ceritain sesingkat itu.

Nah, karena itu gw coba searching di internet. Dari berbagai sumber gw posting deh di blog ini.

Chu Yuan (Qu Yuan, 332-296 B.C.)

Qu Yuan adalah seorang pelajar dan Perdana Mentri propinsi Chu. Dia terkenal sebagai mentri yang jujur dan setia. Qu Yuan juga salah satu penyair (poet) terbesar Cina. Menurut sumber sejarah, puisi-puisi karyanya adalah puisi protes terhadap King Huai (329-299 B.C.) yang sibuk ingin melebarkan kekuasaan kerajaannya melalui cara-cara kekerasan.

Karena masalah perbedaan prinsip itulah, maka Qu Yuan yang tadinya menjabat sebagai Perdana Menteri, lantas dipecat. Qu Yuan akhirnya menyingkir ke daerah pinggiran Danau T'ung-ting di sebelah timur Hunan dan menjadi sastrawan dengan mengumpulkan legenda, ode, dan menulis puisi2 tragis untuk melawan Kaisar Li Sao.

Selama masa pengasingannya dia menjadi depresi dan kesehatannya mulai terganggu. Qu sering menatap bayangannya yang kurus kering dari dalam sebuah sumur. Sumur ini akhirnya dinamakan sebagai "Face Reflection Well".

Akhirnya, setelah 7 tahun setelah dipecat menjadi Perdana Menteri, Chu Yuan yang meratapi nasibnya sendiri memutuskan untuk membunuh dirinya sendiri secara tragis dengan cara menceburkan diri ke dalam sungai Milo di Provinsi Hunan dengan membawa sebongkah batu besar, sebagai protes atas korupsi yang merajarela.

Penduduk yang mengetahui kejadian bunuh diri itu mencoba menyelamatkan Qu, namun tidak berhasil. Mereka membungkus beras dengan daun bambu yang banyak tumbuh di tepi sungai, dan melemparkannya ke tengah sungai sebagai pengalih perhatian ikan2 untuk mencegah ikan2 memakan tubuh Qu. Kemudian penduduk juga mengayuh perahu2 mereka di tengah sungai untuk mencari mayat Qu. Untuk mengusir roh2 jahat mereka menabuh genderang.

Oleh karena itulah, maka setiap tahun kematiannya dirayakan pada tanggal 5 setiap bulan 5 dari penanggalan Cina dengan cara balapan kapal naga (dragon boat races) dan melemparkan zongzi ke dalam sungai. Dengan cara demikian orang percaya, butiran2 beras akan melindungi Chu Yuan dari sergapan ikan, karena perhatian ikan akan terbagi secara visual, maupun membuat ikan menjadi kenyang lebih dulu dengan memakan butiran beras tersebut. Tradisi ini diteruskan turun temurun dengan pembuatan Bakcang, kue tradisional yang terbuat dari bahan dasar ketan (atau ada juga versi beras) berbentuk limas segitiga dibungkus daun, yang diisi oleh daging dan bahan2 lainnya.

Itulah sekelumit kisah lahirnya what we so-called "Bakcang". Hari gini Bakcang masih diperingati sebagai "Bakcang Days" setiap tahunnya.

Dan untuk ketan polos yang tidak berisi daging dll disebut kicang, karena beras ketan direndam sebelumnya dengan air abu *disebut juga "ki-cui"*.

Monday, May 25, 2009

Sabtu


Berhubung monitor PC di rumah dah agak2 bikin pusing setiap kali dipake, maka Sabtu lalu kita jalan2 ke Plaza Medan Fair buat hunting monitor. Naik sampe ke lt teratas, ke pusat komputernya.

Rencana mo cari monitor LCD aja, tapi ga mau yang wide screen. Toko2 udah hampir tutup waktu itu karena kita kemalaman nyampenya. Udah hampir jam 9 malam. Ketemu di satu toko *lupa namanya*, merek Samsung ukuran 17". Nanya2, test, nego2 harga. Akhirnya tuh monitor diboyong ke rumah.

Tampilannya memang lebih tajam dibandingkan monitor lama yang masih segede gaban itu. Dan tuh monitor udah di-running ama hubby selama 2 hari itu.

-----------------------
Terpisah dari cerita beli monitor, Sabtu malam sekitar jam 12.30 malam *atau lebih tepatnya jam 00.30*, tiba2 terdengar atap seng kita seperti kejatuhan sesuatu. Hubby teriak, ternyata ada yang nyahut. Langsung tuh orang dimaki2 dan diperintahkan turun. Orang yang naik ke atap jam segitu pasti punya maksud buruk. Untungnya kita semua masih bangun, untung aja kita masih dilindungi ama yang Di Atas.

Tetangga yang dengar pada cuek aja, ga ada yang bersuara. Kayanya kepedulian sosial disini udah terkikis deh.

Trus kita juga cek yang jaga malam, ternyata sampe jam 2 ga ada yang jaga juga. Bahkan sampe pagi ga ada seekor pun yang menampakkan batang hidungnya. Tuh penjaga malam musti dipecat deh, ngapain bayar dia utk kerjaan yang kadang dilakuin kadang ga ama mereka. Jaga keamanan apaan kalo begitu. Bete banget deh

Saturday, May 23, 2009

Char-Siu-No-Mai-Fan

Awalnya masakan ini adalah makanan orang Kong-Hu, dan gw suka banget. Nyari yang jual susah2 gampang, dan yang enak kayanya dah ga ada deh. Maksudnya yang jualan sekarang rasanya so-so lah...ga terlalu enak, tapi dibilang ga enak juga ga.

Untungnya gw punya mertua yang ternyata pande masak makanan ini. Ga nyangka deh, padahal mertua gw bukan orang kong-hu lho. Malah gw yang keturunan kong-hu tulen kaga bisa masaknya.

Hari Kamis kemarin mertua masak ini di rumah. Jadinya gw intip2 deh bahannya, diingat2 dan ditulis di blog ini. Biar lain kali kalo gw perlu masak sendiri udah tahu bahannya apa saja. Tapi berhubung ini resep hasil intipan dan memang mertua masaknya juga pake takaran kira2, jadi gw ga tulis takarannya yah. Kira2 aja ;)

Bahan :
1. Beras pulut putih direndam air biar mengembang *dicampur sedikit beras biasa biar ga terlalu eneg*
2. Bawang putih dihaluskan
3. Ebi kecil direndam air sebentar *kalo pake ebi gede, dihaluskan yah. Trus ngerendamnya jangan lama2 biar wanginya ga hilang*
4. Jamur payung alias hioko, rendam air panas kemudian dipotong kecil2
5. Char-siu alias daging babi panggang merah dipotong halus
6. Cabe merah dipotong kecil2, dicuci dan dibuang bijinya agar tidak terlalu pedas.
7. Garam, kecap kental manis, merica dan air secukupnya.
8. Kalo suka, tambahkan bubuk bakcang
9. Daun bawang dipotong halus
10. Bawang goreng
11. Minyak untuk menumis.

Cara memasak :
1. Panaskan wajan, masukkan minyak makan dan tumis bawang putih hingga harum.
2. Masukkan ebi, tumis hingga harum.
3. Masukkan hioko & char-siu, kemudian masukkan beras pulut, tumis dan aduk2 hingga bahan tercampur rata.
4. Tambahkan garam, merica, cabe dan kecap manis *+bubuk bakcang*. Aduk rata.
5. Masukkan air. Jika menggunakan beras pulut semua, air yang dibutuhkan harus tepat menutupi beras. Jika menggunakan campuran beras biasa, air perlu ditambahkan lagi sehingga melebihi tinggi beras.
6. Masak hingga air mengering, kemudian seluruh campuran beras tadi dipindahkan ke dandang. Masak dengan cara didandang *seperti dikukus*.
7. Setelah matang, disajikan dengan daun bawang dan bawang goreng.

NB : Foto2nya lupa, soalnya keasyikan makan, hehehe....
Kalo ditambah bubuk bakcang, rasanya kaya makan bakcang tapi tanpa dibungkus daun.

Wednesday, May 6, 2009

Orang bebal

Ternyata orang bego tuh bertebaran dimana2 yah. Yang parahnya lagi, udah bego, keras kepala lagi. Ditambah emosian, egois….lengkap deh parahnya.

Sejak pagi ntah setan apa yang masuk ke badannya. Sedari pagi sudah kedengaran suara “brak” berulang2, kebiasaannya kalo lagi kesel banting2 barang. Apa aja dibanting. Mulai dari buku, telepon, apa aja yang ada disekitarnya deh. Telepon ga diangkat2, padahal dia itu CS lho. Untuk menjaga kenyamanan dunia kerja gw angkat deh telponnya. Males kalo denger suara banting2an gitu, perasaan gw jadi ga enak.

Trus tadi dia sama si Y HRD copy2an foto. Ga tahu deh foto apaan, yang jelas bukan foto yang berhubungan ama kerjaan. Berhubung kompie mereka ga saling connected, cuman bisa connect ke server, maka tuh foto2 yang berat dicopy ke server. Si server yang emang udah full jadi keberatan beban dong kan, dan akibatnya kompie2 seluruh pabrik pada nge-hang. Ribut deh sepabrik.

Programmer jadi sibuk ngehandle kompie2 yang hang. Dicheck deh penyebabnya apaan. Ternyata memory server hampir full. Dan ditemukan juga ternyata 2 orang itu biang keroknya. Si Programmer langsung menegur mereka, jangan copy2 foto ke server. Tapi si orang bego dan arogan itu malah dengan emosinya menjawab keras2 “CUMAN NUMPANG LEWAT AJA, LAGIAN UDAH GW CUT KOG KE KOMPUTER GW !”. Si programmer menjelaskan lagi kalo tuh server udah full, toh semua orang termasuk dia juga udah tahu karena kejadian ini pernah terjadi dulu. Trus dijawab lagi ama si manusia dodol itu “LALU KAMI MUSTI SHARING LEWAT MANA. LU KAN GA BUKA SHARING BUAT KAMI. KALO GA LEWAT SERVER LEWAT MANA LAGI !”.

Programmer ga mo kalah dong, dijawabnya, ”Kalian kan bisa minta saya utk copy-in. Atau minta saya buka sharing utk kalian. Tapi jangan lewat server dong, kan bikin seluruh pabrik hang”.

Nah, dodol ini ga mo kalah, langsung dengan lantang dia ngomong ke Y, “KAK, HEBAT BANGET YAH. KOMPUTER SELURUH PABRIK BISA HANG GARA2 GINI !” . Maksudnya dia mo nyindir si programmer “komputer yang lu urus ga beres, jangan libatkan gw kalo ngehang. Ga mungkin gara2 gw copy begitu aja bisa hang”. Trus dia lanjut lagi ke programmer dengan nada ngancam, “KALO GA BOLEH COPY DATA KE SERVER, DATA MEETING GW JUGA GW HAPUS YAH! LU YANG BILANG GA BOLEH COPY KAN, GW HAPUS DATA2 GW YAH KALO BEGITU!”. Si programmer udah kesel, tapi masih bisa menjawab dengan baik, “Yang ga boleh dicopy tuh foto2, kalo cuman file gpp. Kan udah pernah kejadian juga sih”.

Trus si Manager Pabrik masuk ke ruangan, nanya ke programmernya udah bisa atau belum *maksudnya servernya*. Programmer menjawab, “Belum Pak, servernya hang karena dicopy-in foto”. Nah, di latar belakang udah kedengaran suara, “Lapor deh…lapor” dengan nada mencemooh. Waktu si Manager menanyakan langsung ke Y foto apa yang di-copy, si Y menjawab foto2 3K. Jelas2 bohong banget, soalnya udah 1 tahun ini kita vacuum 3K, ga mungkinlah copy foto itu. Lagian kalo urusan kantor biasanya mereka pasti langsung ributin programmer kog. Ini sih si Y berusaha menutup2in biar Manager Pabrik ga tahu. Soalnya dia kan ikut terlibat di dalamnya.

Gini deh kalo udah ketemu orang bebal di kantor. Biarpun gw berusaha ga terpancing emosi, berusaha ga terpengaruh ama keributan mereka, tapi rasanya ga tahan juga. Makanya gw tumpahin aja di blog. Harusnya udah tahu dong siapa orang bebal ini?

=======================================
Tambahan update per 7 Mei 2009

Semalam si orang menyebalkan ini udah baik2in si programmer. Udah minta si programmer tolongin gesek kartu absensinya *eh, ini termasuk baikin atau manfaatin yah?*. Soalnya setiap hari nih orang menyebalkan males jalan hanya utk menggesek kartunya, terutama sekarang dia lagi hamil, makin males deh dia. Jadi selalu si programmer yang diperalat *hehehe....bahasa gw kedzam yah* untuk membantu dia menggesek kartu. Tadi pagi juga, dan gw yakin tetap akan begitu terus...lah wong emang udah lama kog si programmer yang gesekin tuh katu.

Masalahnya, begitu si programmer ga ada di ruangan, si CS ini langsung cerita ke QC kalo semalam si programmer mengadu ke Manager Pabrik. Katanya, "Harusnya dia kan bisa bilang masalah lainnya, ga perlu laporin. Gw emosi banget semalam, tahu". Si QC juga yang emang kompakan ama CS langsung mengiyakan, "Iya, harusnya dia ga perlu bilang begitu".

Tapi kog dia ga mikir waktu dia melaporkan orang, sengaja menjerumuskan orang. Lagian udah salah bukannya minta maaf malah ngeyel. Dah gitu di belakang malah ngomongin orang lagi, padahal di depannya bersikap manis dan minta tolong mulu. Haesh...emang mahluk ajaib ini.

Saturday, May 2, 2009

Cake Flanel


Semalam dapat kiriman dari Ellyse, cake dari flanel buatannya. Ibu yang satu ini memang berbakat banget. Katanya ini cake kreasi pertamanya dia lho, dan hasilnya bagus banget. Selama ini dia buat boneka2 gantungan yang lucu dan imut2.

Hubby aja waktu gw tunjukin cake ini, kirain cake beneran ^_^. Katanya mo dipotong, hahahaha.....mertua juga muji. Katanya musti disimpan baik2 nih, biar kalo kelak kita punya buffet bisa dipajang. Segitunya lho pujian buat lu Lys.

Lu boleh deh Lys, mulai terima orderan utk bikin cake flanel ini. Tambahin di item jualan flanel lu. Thanks banget yah utk kirimannya ini :)

Thursday, April 23, 2009

Masalah antar-jemput *lagi*

Kemarin ada kejadian ribut2 lagi. Dan tentu saja kalo ada ribut2, pastinya ga jauh2 dari E juga. Sebenarnya sejak beberapa minggu lalu udah ada ribut2 sedikit sih.

Kami kan dijemput kerja ama mobil kantor. Untuk jurusan gw kebetulan yang dijemput adalah gw di divisi II, adm kasir divisi II si J, adm kasir divisi I si P, programmer divisi II si HS, dan customer service divisi II si E.

Mgr HRD yang baru, si MA memutuskan kalo E ga perlu dijemput mobil kantor lagi. Alasannya karena si H, suami E udah dapat fasilitas mobil kantor, jadi harusnya si E ikut si H ke kantor. Tapi berhubung si H di divisi I, sedangkan si E di divisi II, H merasa keberatan utk nganterin istrinya ke divisi II. Padahal rumahnya ke kantor dekat banget, cukup 10 menit naik mobil. Katanya takut macet, ntar telat kan dipotong dari gaji. Padahal staff lain yang dapat fasilitas mobil kantor semuanya nganter istrinya ke kantor lho, ga ikutan mobil jemputan lagi.

Setelah bernegosiasi antara F, Mantan HRD yang udah jadi nyonya direktur, MA dan H, akhirnya disetujui kalo E ngikut H ke divisi I, baru ikut mobil jemputan kami ke divisi II. Urutan jemputnya : Gw, J *jarak rumah kami sangat dekat, hanya selisih 3 gang*, P, HS -> dibawa ke Divisi I. Di divisi I nunggu E datang, baru kami berangkat lagi ke divisi II. Biasanya nunggu lumayan lama juga, ampe 15 menit.

Masalahnya si E ga dikenakan waktu tunggu. Jadi kapan saja E blon datang kami tunggui. Pernah hampir telat gara2 nungguin dia. Jadi gw dan J protes ke HRD Y. Tapi lama ga ada tanggapan...ya udah kami juga ga mo ribut.

Trus semalam mulai deh ada kejadian.

Ceritanya begini :
P pagi2 nelpon ke gw, minta ga usah dijemput. Dia sakit. Begitu naik ke mobil jemputan gw udah bilang ke supir kalo P ga usah dijemput. Kebetulan supir ini supir baru. Habis itu jemput si J, gw juga bilang ke J kalo P ga dijemput. Gini nih skenarionya :

G = gw
S = supir
J = J

J : "berarti kita bisa diantar ke Divisi II langsung dong, Bang. Kan si P yang ikut mobil, semua yang ikut mobil dari divisi II. Ga perlu singgah ke divisi I dulu."

S : *garuk2*

J : "Tapi abang habis nganterin kami, balik lagi ke Divisi I buat jemput si E, baru dibawa lagi ke divisi II. Terserah abang sih, kalo mo koordinasi ama supir lain buat nganterin si E ke divisi II juga terserah".

S : *diam*

J : "menurut abang bagusan bagaimana, terserah abang aja."

S : "bagusnya ke divisi II aja langsung yah."


Begitu aja, trus ga ngomong2 lagi. Cuman gw yang masih ngomong ke supir nunjukin jalan ke rumah HS tanpa melewati rumah P. Setelah sampe rumah HS gw lanjut tidur di mobil. Soalnya perjalanan ke kantor masih lumayan jauh.

Begitu sampe di divisi II kami tentunya udah siap2 kerja dong. HS ke dapur, gw juga ke dapur buat ngambil air minum. Si E nelpon ke HP HS. Suaranya keras banget, jadi gw juga dengar dikit2 *bukan nguping lho yah*.

E : "sudah sampe dimana?" *suara ketus*
HS : "gw udah sampe kantor nih, tadi kami dianter ke divisi II langsung"
E : "kog ga jemput gw dulu? Jadi gimana ini?"
HS : "Ga tahu, supirnya langsung ke Divisi II. Mungkin ini langsung ke divisi I jemput lu. Tunggu aja, harusnya udah mo nyampe kog."

.....Habis itu gw ga dengar lagi, udah buru2 masuk ke kantor *tuh kan, gw ga niat nguping, tapi kedengaran ke telinga gw gimana*.

Begitu gw nyampe ruangan, si Y lagi berada di ruangan J, marah2.

Y : "kenapa kog E ga dijemput? MA udah marah2 ini. Katanya kalian kog ga ada yang inisiatif buat ngingatin supir buat jemput si E. Aku ga mo tahu, pokoknya MA mo datang nanti, dia mo ngomong."

J : *diam.*

Y *keluar ruangan J, marahin HS : "HS, kenapa kamu ga bilang ke supirnya utk jemput E? Kesannya kalian ini ga mau tahu banget."

HS : "Lha, mana saya urusin supirnya. Mo kemana, mo jemput siapa itu bukan urusan saya. Ntar saya dibilang mencampuri urusan orang."

Y : "kamu juga Yen, napa ga ngingatin supir?"

Gw : "Mana saya tahu, yang penting saya tidur. Kalo dah nyampe kantor baru bangun."


Gw udah kesel banget ama si Y ini, bukannya mencari masalah dengan nanya baik2, malah marah2 ga karuan ke semua orang. Jadi males cerita ke dia kejadian sebenarnya. Lagian gw juga mo melindungi J. Mentang2 si E itu suka mengakrab2in si Y, jadi ngebelain E ga tanggung2. Trus suka kasak-kusuk di belakang juga ama E, ngomongin orang. Si MA juga dibenci ama Y & E, dibelakang dingomongin yang ga bagus, tapi di depan MA manis banget.

Dan begitu si E nyampe, jam udah menunjukkan 8.45. Padahal kami nyampe di kantor jam 8.16. Perjalanan PP divisi I - divisi II cuman perlu 10 menit. Harusnya cukup waktu dong kan kalo si supir nganterin kami dulu. Jam absensi diubah atas perintah MA *kata Y*, dibuat E ga terlambat.

Begitu MA datang, semua dikumpulin di ruang meeting.

MA :"pagi ini saya mengumpulkan semua disini utk membicarakan beberapa hal. Sebelumnya saya mo menjelaskan bahwa saya sudah tahu kondisi di sini. Ada yang ga berbicara yah. Direktur dan Manager Pabrik udah angkat tangan utk masalah kalian. Tapi saya sebagai perempuan mau menanyakan kepada kalian, apakah ga mungkin diperbaiki lagi? Udah berapa lama ga ngomongan?"

L : "udah lama, 4-5 tahun"

Gw :"saya baru kira2 setahun lalu ga ngomongan. sori MA, untuk masalah ini emang ga bisa diperbaiki lagi. Yang penting utk urusan kerjaan saya tetap professional dan tetap ngomong ama E. Tapi kalo diminta utk akrab kembali seperti dulu, tidak mungkin. Itu adalah urusan personal kami."

MA : *ngeliat ke L dengan tanda tanya, maksudnya nanyain apakah L masih bisa memperbaikin hubungan dengan E*

L : *menggeleng*

MA : "Duh, saya sampe merinding gara2 kamu Yen *ga tahu maksudnya merinding kenapa, apakah karena muka gw dipenuhi nafsu membunuh waktu menjawab, wkwkwkwkw*. Oke deh, utk urusan personal kalian saya ga akan ikut campur, saya hargai keputusan kalian. Tapi kalo udah menyangkut kerjaan saya harus ikut campur."

MA : "tadi pagi ada kejadian si E ga dijemput. Penyebabnya saya sudah tanyakan ke supir bersangkutan. Katanya yenni nyuruh ga usah ke divisi I, langsung saja ke divisi II. Saya kecewa dengan hal ini. Kenapa kalian semua sepertinya ga mau tahu. Kalaupun kalian minta utk diantarkan dulu ke Divisi II karena P ga masuk, boleh saja. Tapi tolong dipesankan ke supir utk menjemput 1 orang teman lagi yang nunggu di Divisi I. Saya ngerti kalo kalian biasanya nungguin E lumayan lama, kalo kalian nyampe di kantor duluan kan masih bisa sarapan. Tapi jangan sampe ga peduli kalo ada kawan yang ga dijemput."

Gw : "sori lagi MA, saya musti angkat suara karena nama saya disebut2 utk urusan ini. Saya mau menekankan BUKAN SAYA yang meminta supir ke Divisi II dulu. Boleh ditanyakan ke J karena ga mungkin saya bisa ngomong panjang lebar dengan supir tanpa J tahu. Kedua, masalah mengingatkan supir. Saya dengar sendiri kalo J ADA mengingatkan supir tuk menjemput E."

MA : :"oh, kalo begitu saya akan bicarakan lagi dengan supir. Berarti ada yah diingatkan seperti itu?"

Gw : "ada"

MA : "oke, sekarang masalah lain. Mulai besok kita akan menetapkan waktu tunggu tuk si E. Kalo sampe 8.10 si E blon nyampe divisi I, kalian boleh tinggalin dia. Ga perlu ditunggu lagi."

J : "Tapi, jam di divisi I dan divisi II ada selisihnya. Jam mana yang harus diikuti?"

Gw : "iya, selisihnya sampe 10 menit lho".

MA : "Kalo begitu saya akan cek kembali masalah jam. Jam di divisi I akan disesuaikan dengan jam divisi II."

Y : "ohya MA, saya mo meminta 1 hal. Selama ini yang mengangkat telepon masuk kebanyakan adalah saya dan E. Kalo lama kelamaan seperti itu kami juga bisa cape. Saya minta agar yang lain juga ikut mengangkat kalo ada telepon masuk. Pernah saya dan E sengaja diamkan sampe berbunyi lama tapi ga ada yang ngangkat."

MA : "Iya, masalah telepon saya minta semuanya utk bantu mengangkat yah. Kalo ga ada pertanyaan lagi boleh bubar."


Lalu gw, J dan L keluar ruangan. Siwalan juga si Y. Ga sadar yah dia, kalo telpon masuk sebagian besar adalah telpon buat dia dan telpon dari customer. Si E kalo lagi ga ngapa2in *lagi gossip ama Y, atau lagi ngotak-atik HP* pastilah kami ga mo bantuin ngangkat telpon. Kalo Y dan E lagi sibuk, lagi online, pasti kami angkat kog. Cuman males deh lapor2 begitu, kibus banget kesannya. Berani pula dia bilang sengaja didiamkan *BAH*. Lagian si E juga seringnya online urusan pribadi, ngomong berjam2 karena mo menghindari telpon customer yang lagi ngejar kiriman. CS apaa kalo begitu.

Nah, setelah kami keluar ruangan, si Y dan E masih tinggal di ruangan. Ga tahu ngelaporin apa lagi ke MA. Peduli amat.

Waktu gw ketemu MA di dapur, si MA cerita ke gw kalo masalah jemputan harusnya ga akan ada tunggu2an si E lagi. Soalnya si H udah ditegur langsung ama direktur & nyonya karena masuk kerja siang banget. Padahal seharusnya dia datang lebih pagi utk mengecek pergantian shift produksi yang berada di bawah dia. MA yakin setelah ditegur pasti H akan datang lebih awal jadi kami ga nunggu2 lagi.

Trus MA cerita kalo dulu dia pernah ada masalah juga ama karyawan lain sampe ga ngomongan *dulu MA masih pegang bagian produksi*. Tapi ga lama, sekitar 1 bulanan udah baikan lagi. Dia tanya kog gw ga bisa, kog kayanya dalam banget yah sakit hati gw.

Nah, gw juga curhat deh masalah yang dulu2, tapi ga detail sih. Gw cuman bilang intinya gw nemuin sifat dia yang benar2 ga bisa gw terima. Bla..bla...bla... Si MA juga nitip buat perhatiin Y. Karena dia ga bisa ngawasin Y secara langsung, dia minta kalo ada apa2 yang ga benar supaya langsung dilaporkan ke MA aja. Tapi kayanya gw tetap masih ga bisa ngelapor begitu deh.

Gw tadi pagi langsung negur supir.

Gw : "Kenapa semalam nama saya disebut2? Saya kan ga nyuruh abang langsung ke divisi II?"

S : "saya juga udah ga ingat siapa yang bilang sih." *sialan juag nih orang, ga ingat ya bilang ga ingat, jangan bawa2 nama gw, pencemaran nama baik nih namanya*.

Gw : "Trus kenapa abang semalam ga langsung ngaterin si E ke divisi II? Kan si J udah ngingatin abang juga"

S : "dia ga keliatan sih, kayanya dia mondar-mandir di lt.2 *kantor divisi I*. Saya kira dia udah dianter supir lain jadi ga nyari lagi. Ngomong2 suaminya Mgr yah?"

Gw : "asst."

S : "ohh..."


Nah, akhirnya gw ngambil kesimpulan.
1) Si supir ga jujur, ga bisa dipercaya ucapannya.
2) Kalo seandainya si supir jujur berarti di E memang sengaja cari gara2. Soalnya dia udah telpon HS, udah tahu supir dah mo jemput dia. Kenapa dia ga nunggu di bawah, langsung berangkat begitu supir tiba? Lagian dia juga tahu kog supir baru yang jemput, kan udah dibilangin si HS.

Dan dengar kabar, supir baru bakal di PHK ama MA jumat ini. Soalnya MA bilang dia ga suka dibohongi. Kalo supir ga jujur dia ga mo pertahankan *masalah ga ada yang bilang utk jemput E, dan gosip supir lain juga orangnya ga jujur*. Gw pribadi? Gw merasa kasihan. Karena masalah sepele begini dia harus kehilangan kerjaan. Apalagi kalo benar gara2 E ga nunggu supir di bawah gara2 kesel ga dijemput dulu, trus ngelapor ke MA. Berarti E menjerumuskan si supir. Seandainya dia benar2 nunggu dibawah dan langsung dibawa supir ke divisi II, pasti ga akan telat dan ga akan ada masalah ini. Kayanya E kog senang banget yah bikin sensasi.

Hhhfff....akhirnya kelar juga uneg2 gw ditumpahkan semua. Cape juga yah ternyata curhat diblog, hehehe.... Ga ngecek lagi langsung posting ah, cape baca.