Friday, December 19, 2008

Festival Ciak Ie

Tanggal 22 Desember ini waktunya "ciak-ie". Tahun ini bakal jadi "ciak-ie" yang kita (maksudnya gw & chi) lewatin tanpa mertua.

Biasanya sih sebagai orang "kong-hu", kita selalu memasak ie yang asin disamping ie manis. Ie yang manis berupa candil yang dimasak dengan gula merah + air + jahe. Atau ada juga yang masak dengan air gula putih.

Ie asin dimasak dengan lauk dan sayur lengkap. Biasanya bahan yang dipake :
* udang, dikupas
* daging babi (siap-bak)- potong2 sesuai selera
* hati babi (tu-kua) - potong2 sesuai selera
* usus halus babi (hun-teng)
* bengkoang - iris bentuk korek api
* sawi putih - potong2 persegi panjang
* yen- sui
* bawang putih - haluskan
* minyak goreng utk menumis
* air secukupnya (untuk kuah)

Cara membuatnya :
1. Usus halus (hun-teng) dibersihkan dan direbus dulu agar lunak. Airnya dibuang.
2. Panaskan panci / kuali. Tumis bawang putih, masukkan daging babi (siap-bak).
3. Masukkan bengkoang & sawi putih, tumis.
4. Masukkan air, masak sampai mendidih.
5. Setelah mendidih dan sayuran mulai lunak, masukkan udang, usus halus (hun-teng) & hati babi (tu-kua). Matikan api.
6. Masukkan candil. Hidangkan dengan yen sui.



Untuk candilnya sendiri, tepung beras dicampur dengan air dingin, uleni dan bentuk bulat2 kecil. Didihkan air, masukkan candil sampai mengapung semua (tandanya candil sudah matang). Angkat candil dan rendam dalam air dingin. Candil tinggal dicampurkan ke kuah manis atau sop asin yang sudah disiapkan.

Gw sih rencananya mo masak yang asin tahun ini, tapi achi ngelarang. Dia takut masakan gw ga enak dan merusak kenangannya akan ie-asin yang enak, hiks.....*dasar nasib, punya laki ga ngizinin bininya masak*. Jadinya gw bakal makan di rumah nyokap aja deh tahun ini.

No comments: