Wednesday, March 12, 2008

Dream Links

Baru2 ini beli dvd Dream Link - kalo Mandarinnya Yu Cien Yi Lien Yu Mong. Kata mertua sih ceritanya diadaptasi dari novel karangan Ching Yao - novelis jaman dulu yang hebat banget. Karangannya selalu yang sedih2 dan membuat nangis. Trus banyak yang dijadiin film tuh karyanya. Sebenarnya Yi Lien Yu Mong ini juga udah pernah dijadiin film dulu, tapi baru2 ini dibuat lagi versi barunya. Mertua udah ceritain sih jalan ceritanya, tapi gw penasaran dan pengen nonton, akhirnya beli deh. Kata penjualnya sih filmnya bagus, banyak yang beli buat dikoleksi. Totalnya ada 14 keping DVD, masing2 ada 3 parts, jadi totalnya 42 parts.

Sejauh ini gw udah nonton ampe keping ke 6, blon lanjut lagi karena Medan udah digilir pemadaman lagi. Oya, blog yang dulu tentang pemadaman listrik ga gw sambung lagi, soalnya dah jadi kebiasaan setiap hari ga ada listrik, jadi bosen dan males nulisnya.

Ceritanya tentang 2 orang kakak beradik dan seorang co yang dekat sejak kecil. Sama2 dari keluarga kaya, dan bokap-nyokap mereka juga sohiban. Si kakak Li Phing orangnya sangat sempurnya, pintar, cantik, baik hati dan berprestasi *dalam cerita versi modern ini si kakak adalah seorang penari*. Si adik Ce Ling diceritakan sebagai perempuan biasa, ga berprestasi di sekolah, dan sering membuat mamanya kecewa *tapi pemeran utama yah si adik ini*. Si co Cu Lian adalah orang yang cerdas juga. Sejak kecil orang2 sudah menganggap Cu Lian dan Li Phing sebagai pasangan sejoli. Sedangkan diam2 Ce Ling jatuh cinta pada Cu Lian.

Sampai suatu saat, Ce Ling bertemu adik teman bokapnya *gw lupa namanya...kalo ga salah Yin Fan*. Si Yin Fan ini diam2 menaruh hati sama Ce Ling. Tapi latar belakang si Yin Fan ga baik, pernah kawin-cerai 2 kali dan digosipkan sebagai pengusaha playboy. Oya, kalo di buku si Yin Fan ini diceritain sebagai teman bokapnya Ce Ling dan hidupnya bagus2 aja, pengusaha sukses.

Nah, sejak kehadiran Yin Fan ini dan sejak kedekatannya ama Ce Ling, Cu Lian baru sadar bahwa dia mencintai Ce Ling, bukan Li Phing. Akhirnya mereka pacaran diam2 dan memutuskan akan memeberitahu Li Phing selesai pertunjukan tariannya. Rencananya Cu Lian akan membawa Li Phing ke luar kota, dimana ga ada orang yang akan mengganggu saat pengakuan itu.

Naas, sebelum samapi ke tujuan ternyata mereka mengalami kecelakaan. Cu Lian geger otak dan harus segera dioperasi, Li Phing harus diamputasi. Akhirnya keluarga mereka bersedih karena anak2 yang selama ini jadi kebanggaan mereka terbaring di RS. Setelah Cu Lian sadar, dia melamar Li Phing karena merasa bertanggung jawab. Li Phing tidak bisa menari lagi padahal selama ini dia hidup untuk menari. Layaknya boneka keramik yang sudah retak, Cu Lian merasa berkewajiban untuk membelinya.

Ce Ling di satu sisi merasa bahagia untuk kakaknya karena mempunyai tujuan hidup lagi, padahal setelah diamputasi kakaknya sudah seperti mayat hidup. Di sisi lain dia merasa menderita harus bertemu Cu Lian setiap hari sebagai kakak iparnya. Akhirnya Yin Fan melamar Ce Ling menjadi istrinya, dan Ce Ling yang merasa Yin Fan hanya berbaik hati untuk menolongnya akhirnya menerimanya.

Perjuangan untuk mendapatkan restu ortu Ce Ling sangat susah, namun akhirnya disetujui juga. Ayahnya Ce Ling harus diberitahu keadaan sebenarnya agar mengizinkan Ce Ling menikah. Bahkan setelah tahu, sang ayah masih tetap menginterogasi Yin Fan sebelum memutuskan setuju. Ce Ling meminta 3 syarat : 1) pernikahannya harus dilakukan setelah pernikahan Li Phing. 2) Dia tidak mau pernikahannya dirayakan besar2an, cukup di catatan sipil saja. 3) Setelah menikah mereka akan segera pindah ke luar negeri (Paris-Perancis).

Gw nonton sampe sini aja. Selanjutnya, menurut mertua gw versi novelnya, si Ce Ling dan Yin Fan tinggal luar negeri bertahun-tahun dan berpindah-pindah. Namun Ce Ling tetap tidak bisa melupakan cintanya kepada Cu Lian. Akhirnya mereka kembali. Ce Ling kemudian mendapati bahwa keluarga kakaknya tidak bahagia. Cu Lian juga tidak seperti laki-laki yang dicintainya dulu. Akhirnya Ce Ling mulai melupakan Cu Lian dan belajar mencintai suaminya.

Nice ending, tidak seperti cerita Ching Yau kebanyakan. Tapi tetap aja adegan2 sedih banyak di sepanjang film, membuat mata bengkak kalo sudah menonton. Film ini boleh deh. Sayangnya gw blon baca novelnya. Gimana yah kesannya kalo udah nonton filmnya baru baca bukunya? Biasanya kalo baca duluan baru nonton, pasti lebih bagus versi bacaannya. Ini gw merasa filmnya udah bagus, bisa2 ntar novelnya jadi kurang bagus. Mungkin ga yah?

No comments: